Bagaimanakah Proses Terjadinya Demam Tubuh??
Written by Fathimah az-Zukhrufia   
Sunday, 30 March 2008

 

Bismillahirohmanirrohim...

 

Mungkin kita semua pernah mengalami apa yang disebut dengan demam. Ketika kita merasa “sakit” tidak jarang tubuh kita dengan seketika mengalami gejala demam yang biasanya diawali dengan perasaan dingin di sekujur tubuh yang seketika diikuti dengan peningkatan suhu tubuh.

Lalu apa sebenarnya yang disebut dengan demam itu sendiri??

Demam atau dalam bahasa medis disebut dengan febris merupakan suatu keadaan dimana terjadi peningkatan suhu tubuh, dimana suhu tersebut melebihi dari suhu tubuh normal.

Mungkin kita bertanya, mengapa suhu tubuh kita meningkat??

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya kita mencoba melihat kembali dan memahami tentang sistem pengaturan suhu tubuh kita.

Suhu tubuh kita diatur oleh sebuah “mesin khusus” pengatur suhu yang terletak di otak tepatnya di bagian hipotalamus tepatnya dibagian pre optik anterior (pre = sebelum, anterior= depan) Hipotalamus sendiri merupakan bagian dari deinsephalon yang merupakan bagian dari otak depan kita (prosencephalon).

Hipotalamus dapat dikatakan sebagai mesin pengatur suhu (termostat tubuh) karena disana terdapat reseptor (penangkap, perantara) yang sangat peka terhadap suhu yang lebih dikenal dengan nama termoreseptor (termo = suhu). Dengan adanya termorespetor ini, suhu tubuh dapat senatiasa berada dalam batas normal yakni sesuai dengan suhu inti tubuh. Suhu inti tubuh merupakan pencerminan dari kandungan panas yang ada di dalam tubuh kita. Kandungan panas didapatkan dari pemasukan panas yang berasal dari proses metabolisme makanan yang masuk ke dalam tubuh. Pada umumnya suhu inti berada dalam batas 36,5-37,5°C.

Dalam berbagai aktivitas sehari-hari, tubuh kita juga akan mengelurakan panas misalnya saat berolahraga. Bilamana terjadi pengeluraan panas yang lebih besar dibandingkan dengan pemasukannya, atau sebaliknya maka termostat tubuh itu akan segera bekerja guna menyeimbangkan suhu tubuh inti.

Bila pemasukan panas lebih besar daripada pengeluarannya, maka termostat ini akan memerintahkan tubuh kita untuk melepaskan panas tubuh yang berlebih ke lingkungan luar tubuh salah satunya dengan mekanisme berkeringat.

Dan bila pengeluaran panas melebihi pemasukan panas, maka termostat ini akan berusaha menyeimbakan suhu tersebut dengan cara memerintahkan otot-otot rangka kita untuk berkontraksi(bergerak) guna menghasilkan panas tubuh. Kontraksi otot-otok rangka ini merupakan mekanisme dari menggigil.

Contohnya, seperti saat kita berada di lingkungan pegunungan yang hawanya dingin, tanpa kita sadari tangan dan kaki kita bergemetar (menggigil). Hal ini dimaksudkan agar tubuh kita tetap hangat. Karena dengan menggigil itulah, tubuh kita akan memproduksi panas.

Hal diatas tersebut merupakan proses fisiologis (keadaan normal) yang terjadi dalam tubuh kita manakala tubuh kita mengalamiperubahan suhu.

Lain halnya bila tubuh mengalami proses patologis (sakit). Proses perubahan suhu yang terjadi saat tubuh dalam keadaan sakit lebih dikarenakan oleh “zat toksis (racun)” yang masuk kedalam tubuh.

Umumnya, keadaan sakit terjadi karena adanya proses peradangan (inflamasi) di dalam tubuh. Proses peradangan itu sendiri sebenarnya merupakan mekanisme pertahanan dasar tubuh terhadap adanya serangan yang mengancam keadaan fisiologis tubuh.

Proses peradangan diawali dengan masuknya “racun” kedalam tubuh kita. Contoh “racun”yang paling mudah adalah mikroorganisme penyebab sakit.

Mikroorganisme (MO) yang masuk ke dalam tubuh umumnya memiliki suatu zat toksin/racun tertentu yang dikenal sebagai pirogen eksogen. Dengan masuknya MO tersebut, tubuh akan berusaha melawan dan mencegahnya yakni dengan memerintahkan “tentara pertahanan tubuh” antara lain berupa leukosit, makrofag, dan limfosit  untuk memakannya (fagositosit).

Dengan adanya proses fagositosit ini, tentara-tentara tubuh itu akan mengelurkan “senjata” berupa  zat kimia yang dikenal sebagai pirogen  endogen (khususnya interleukin 1/ IL-1) yang berfungsi sebagai anti infeksi. Pirogen endogen yang keluar, selanjutnya akan merangsang sel-sel endotel hipotalamus (sel penyusun hipotalamus) untuk mengeluarkan suatu substansi yakni asam arakhidonat. Asam arakhidonat bisa keluar dengan adanya bantuan enzim fosfolipase A2.

Proses selanjutnya adalah, asam arakhidonat yang dikeluarkan oleh hipotalamus akan pemacu pengeluaran prostaglandin (PGE2). Pengeluaran prostaglandin pun berkat bantuan dan campur tangan dari enzim siklooksigenase (COX). Pengeluaran prostaglandin ternyata akan mempengaruhi kerja dari termostat hipotalamus.

Sebagai kompensasinya, hipotalamus selanjutnya akan meningkatkan titik patokan suhu tubuh (di atas suhu normal). Adanya peningkatan titik patakan ini dikarenakan mesin tersebut merasa bahwa suhu tubuh sekarang dibawah batas normal. Akibatnya terjadilah respon dingin/ menggigil. Adanya proses mengigil ini ditujukan utuk menghasilkan panas tubuh yang lebih banyak. Adanya perubahan suhu tubuh di atas normal karena memang “setting” hipotalamus yang mengalami gangguan oleh mekanisme di atas inilah yang disebut dengan demam atau febris. Demam yang tinggi pada nantinya akan menimbulkan manifestasi klinik (akibat) berupa kejang (umumnya dialami oleh bayi atau anak-anak yang disebut dengan kejang demam)

Dengan memahami mekanisme sederhana dari proses terjadinya demam diatas, maka salah satu tindakan pengobatan yang sering kita lakukan adalah mengompres kepala dan meminum obat penurun panas misal yang sangat familiar adalah parasetamol. Untuk mekanisme bagaimana kompres dan parasetamol dapat menurunkan demam akan dibahas pada pembahasan selanjutnya, insya Allah.

Semoga tulisan yang sangat sederhana dan jauh dari kesempurnaan dapat bermanfaat bagi pembaca dan lebih mengerti bagaimana proses terjadinya demam itu sendiri.

Wallohu A’lam..

 

 

*ref : catatan kuliah & buku ajar fisiologi manusia_Laurelee Sherwood, EGC dengan penyederhaan bahasa*


Comments
Add New Search
ummu abdillah  - numpang coment..   |221.132.232.xxx |2008-04-16 03:39:44
mana lanjutannya??
kok gak nongol2???
Andita SB     |221.132.232.xxx |2008-04-16 03:42:06
Wah, kalo itu nggak tahu ukh..., Emang masih butuh lanjutannya ya? ana akan
coba klarifikasi ke penulis artikel ini
Dicky  - my comment     |125.162.255.xxx |2008-05-04 09:25:52
Bisa di perpendek? biarinti-intinya saja yg ditulis
diana  - alhamdulillah   |125.164.237.xxx |2008-05-07 07:46:47
alhamdulillah penjelasannya
nisa  - syukron     |221.132.213.xxx |2008-05-14 07:09:04
Alhamdulillah bagus sekali artikelnya. Syukron
Areep     |125.163.249.xxx |2008-11-24 16:10:08
mantap... mantap....

oh ya demam juga bisa biasa digunakan sebagai sebuah
penanda khas terjadinya suatu infeksi tubuh, soale kan ada juga orang yang
walaupun terinfeksi tubuhnya tetap tidak mengalami demam. trus terjadinya
peningkatan suhu dimaksudkan karena ada beberapa senyawa antibodi yang justru
menjadi lebih efektif pada suhu tertentu
Fery  - Minta Penjelasan   |125.167.123.xxx |2009-02-09 17:00:19
Jelasin juga dong tentang jenis-jenis febris, penyebabnya dan pengobatannya
tya   |125.167.178.xxx |2009-03-05 16:44:56
mahaci yw artikelnya!!!!
Adi  - my comment   |125.162.105.xxx |2009-03-10 21:43:22
mksh artikelny,
oh ya tlng dijelasin cara mengompresny jga truz skrng ada
mngompres pke air hangat dan air es,
tlng dijelasin y,
secara rinci,
trims.
karlina  - thanx   |114.121.104.xxx |2009-04-24 13:04:36
sebenarnya terlalu bertele-tele,bisa lebih dipersingkat ga?msdnya singkat,padat
dan jelas.n mungkin bisa tlg dijelaskan bagaimana awalnya terjadi komplikasi
hingga terjadi kejang demam.contoh pd meningitis,encephalitis n TB.trims
faa  - lebih di perluas lagi tentang febrisnya..   |116.66.201.xxx |2009-10-29 10:17:36
khara  - comment   |203.130.206.xxx |2010-03-24 11:57:25

lebih detail dunk.
hubungan radang dan infeksi dengan terjadinya
demam,
serta agen infeksi penyebabnya.
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Wednesday, 23 April 2008 )