.:sobat-muda:.

NOTE: To use the advanced features of this site you need javascript turned on.

Home

Mutiara 'Ilmu

Abdul Qadir Jailani rahimahullah menasihati anaknya: "Janganlah engkau jadikan pikiranmu hanya untuk berfikir tentang makan, minum, pakaian, menikah, dan tempat tinggal. Semua ini adalah keinginan hawa nafsu dan kerakusan. Manakah pikiranmu yang bersumber dari hati? Jadikanlah pikiranmu itu hanya untuk berpikir tentang Rabbmu 'azza wa jalla dan apa yang ada di sisi-Nya." (Uluww al-Himmah, hlm. 77)
 

Pengumuman

  • Bagi yang mengisi comment ataupun guestbook, diharuskan mencantumkan nama dan identitas. Jika tidak maka comment antum akan saya delete tanpa confirm.

    Terima kasih.....
  • Bagi yang mengisi comment ataupun guestbook, cukup mengisi sekali saja. Karena setiap comment harus dimoderasi, jadi tidak ditampilkan terlebih dahulu. ^_^

Admin


asb_kppsi

albykazi

didit_fitriawan

Kalender

 
Sunday
October
2008
12
 
Adikku, Bersyukurlah Pada Rabbmu PDF Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Written by Didit Fitriawan   
Sunday, 22 June 2008

Setiap insan yang hidup di muka bumi ini pasti pernah mengalami suka dan duka. Tak ada insan yang diberi duka sepanjang hidupnya, karena ada kalanya kemanisan hidup menghampirinya. Demikian pula sebaliknya, tak ada insan yang terus merasa suka karena mesti suatu ketika duka menyapanya. Bila demikian tidaklah salah kalimat yang mengatakan, “Kehidupan ini ibarat roda yang berputar”, terkadang di atas, terkadang di bawah. Terkadang bangun dan sukses, terkadang jatuh dan bangkrut, kadang kalah, kadang menang, kadang susah, kadang bahagia, kadang suka dan kadang duka… Begitulah kehidupan di dunia ini, kesengsaraannya dapat berganti bahagia, namun kebahagiannya tidaklah kekal.
 

“Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah di antara kalian serta berbangga-bangga dalam banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kalian lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada azab yang keras/pedih dan ada pula ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Kehidupan dunia itu tidak lain kecuali hanya kesenangan yang menipu.” (Al-Hadid: 30)

Sebagai siswa SMA yang beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mengimani takdir-Nya, sudah semestinya suka dan duka itu dihadapi dengan syukur dan sabar. Allah Subhanahu wa Ta’ala menggandengkan dua sifat ini di dalam firman-Nya:


“Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi setiap orang yang banyak bersabar lagi bersyukur.” (Ibrahim:5)

Al Imam Qatadah –rahimahullahu- menafsirkan ayat di atas dengan mengatakan, “Dia adalah hamba yang bila diberi bersyukur dan bila diuji bersabar.” (An-Nukat wal ‘Uyun, 3/122)

Rasul yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan bahwa mukmin yang sabar atas musibah/duka yang menimpanya dan bersyukur atas nikmat/suka yang diterimanya akan mendapatkan kebaikan. Kabar gembira ini tersampaikan kepada kita lewat sahabat beliau yang mulia Shuhaib Ar-Rumi radhiyallahu ‘anhu. Shuhaib berkata:

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

“Sungguh mengagumkan perkara seorang mukmin. Sungguh seluruh perkaranya adalah kebaikan baginya. Yang demikian itu tidaklah dimiliki oleh seorangpun kecuali seorang mukmin. Jika mendapatkan kelapangan ia bersyukur, maka yang demikian itu baik baginya. Dan jika ia ditimpa kemudaratan/kesusahan1 ia bersabar, maka yang demikian itu baik baginya.” (HR. Muslim no. 7425)

Apapun yang terjadi, apakah sebuah kelulusan ataukah kegagalan hendaknya semua disikapi dengan lapangnya dada dan bersihnya hati. Seorang yang beriman kepada Allah dalam kesehariannya, niscaya akan dapat menyikapi segala kemungkinan dan keadaa apapun dengan sangat mudah. Sebab janji Allah atas orang yang bertakwa itu adalah sebuah janji yang nyata dan jelas.

“Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah Telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. Ath Thalaq : 3).

Dan hendaknya pula mereka yang mendapatkan kemudahan atas kelulusannya untuk senantiasa mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan dengan semakin mendekatkan diri kepada Allah diatas sebenar-benarnya ibadah dan ketakwaan. Sarana mendekatkan diri kepada Allah tersebut dapat ditempuh dengan berbagai cara antara lain:

1. Memperbanyak membaca dan mempelajari ayat-ayat Al-Quran

Al-Qur’an diturunkan Allah sebagai cahaya dan petunjuk, juga sebagai obat bagi hati manusia. “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Al-Isra’: 82).

Kata Ibnu Qayyim –rahimahullah-, yang seharusnya dilakukan oleh seorang muslim untuk menyembuhkan hatinya melalui Al-Quran, “Caranya ada dua macam: pertama, engkau harus mengalihkan hatimu dari dunia, lalu engkau harus menempatkannya di akhirat. Kedua, sesudah itu engkau harus menghadapkan semua hatimu kepada pengertian-pengertian Al-Qur’an, memikirkan dan memahami apa yang dimaksud dan mengapa ia diturunkan. Engkau harus mengamati semua ayat-ayat-Nya. Jika suatu ayat diturunkan untuk mengobati hati, maka dengan izin Allah hati itu pun akan sembuh.”

2. Memperbanyak amal shalih

Suatu ketika Rasulullah shalallahu ‘alayhi wasallam. bertanya, “Siapa di antara kalian yang berpuasa di hari ini?” Abu Bakar –radliyallahu’anhu- menjawab, “Saya.” Lalu Rasulullah ‘alaihi ash shalatu wa sallam bertanya lagi, “Siapa di antara kalian yang hari ini menjenguk orang sakit?” Abu Bakar menjawab, “Saya.” Lalu beliau bersabda, “Tidaklah amal-amal itu menyatu dalam diri seseorang malainkan dia akan masuk surga.” (Muslim)

Begitulah seorang mukmin yang shaddiq (sejati), begitu antusias menggunakan setiap kesempatan untuk memperbanyak amal shalih. Mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan surga. “Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Rabb-mu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi.” (Al-Hadid: 21)

Begitulah mereka. Sehingga keadaan mereka seperti yang digambarkan Allah subhanahu wa ta’ala., “Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam, dan pada akhir-akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah). Dan, pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.” (Adz-Dzariyat: 17-19)

Banyak beramal shalih, akan menguatkan iman kita. Jika kita kontinu dengan amal-amal shalih, Allah akan mencintai kita. Dalam sebuah hadits qudsy, Rasulullah saw. menerangkan bahwa Allah berfirman, “Hamba-Ku senantiasa bertaqarrub kepada-Ku dengan mengerjakan nafilah sehingga Aku mencintainya.” (Shahih Bukhari no. 6137)

3. Memperbanyak mengingat mati

Wahai saudaraku adik – adik SMA, tidak ada guna kita mensyukuri nikmat dengan cara corat – coret serta konvoi2 sedemikian. Bagaimana jika saat kita konvoi, kemudian tiba – tiba kita mati? Maka tugas kita adalah banyak untuk mengingat kematian. Karena kelulusan, bisa saja dan sama halnya dengan semakin dekatnya waktu kita untuk mendekati kematian. Nabi berpesan…“Dulu aku melarangmu menziarahi kubur, ketahuilah sekarang ziarahilah kubur karena hal itu bisa melunakan hati, membuat mata menangism mengingatkan hari akhirat, dan janganlah kamu mengucapkan kata-kata yang kotor.” (Shahihul Jami’ no. 4584)

Beliau juga bersabda, “Banyak-banyaklah mengingat penebas kelezatan-kelezatan, yakni kematian.” (Tirmidzi no. 230)

Mengingat-ingat mati bisa mendorong kita untuk menghindari diri dari berbuat durhaka kepada Allah; dan dapat melunakkan hati kita yang keras. Karena itu Rasulullah menganjurkan kepada kita, “Kunjungilah orang sakit dan iringilah jenazah, niscaya akan mengingatkanmu terhadap hari akhirat.” (Shahihul Jami’ no. 4109)

Bayangan seperti itu jika membekas di dalam hati, akan membuat kita menyegerakan taubat, membuat hati kita puas dengan apa yang kita miliki, dan tambah rajin beribadah sehingga tiada lalai dengan sebuah kelulusan.

4. Mendatangi kajian – kajian keislaman yang sesuai dengan tuntunan sahabat.

Mengapa demikian? Ya, setelah ini kita akan menempuh kehidupan baru, baik kehidupan kampus maupun dunia kerja. Tentu dunia yang baru ini banyak sekali resiko serta tantangan berupa aliran – aliran baru dalam agama islam, pemahaman – pemahaman yang tidak sesuai dengan islam yang shahih, serta banyak teman – teman yang tidak menjaga islam mereka dengan baik. Nah, hendaknya kita bentengi diri kita dengan senantiasa menuntut ilmu agama… Nabi kita yang mulia bersabda:

“Barangsiapa yang berjalan untuk menuntut ilmu agama, niscaya akan Alah mudahkan jalan dia ke surga.” (HR. Muslim)

Dijelaskan Imam al Faqih Abdurrahman As Sa’di –rahimahullah- “setiap jalan, baik nyata maupun tak nyata yang dapat mengantarkan seorang hamba untuk mendapatkan ilmu agama, maka itu termasuk jalan yang disebutkan oleh nabi tsb.” (dlm Fatawa As Sa’diyah, I/623)

Semoga apa yang tertulis oleh tinta ini dapat mengantarkan kita semua terutama untuk adik – adik SMA… menuju ridla Ar Rahman dengan percikan iman. Amiiin…

 
Dari meja redaksi:

Artikel ini dikirimkan oleh penulisnya Didit Fitriawan kepada redaksi sobat-muda dengan berbagai penambahan, perubahan redaksi makna dan kata, serta beberapa tanda baca, juga judul yang berganti dari kata tuhan menjadi Rabb. Dengan tanpa mengurangi substansi dari tulisan yang disampaikan. Semoga kehadirannya dapat memberi manfaat bagi pembaca sekalian sekaligus penulis diberikan kemudahan dalam istiqomah diatas ilmu dan amal sesuai dengan kebenaran. Penulis dapat dikunjungi di http://fitrahfitri.wordpress.com
 
---edited---
reason : karena alasan teknis, format tulisan saya edit kembali.
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 

3.21 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Monday, 23 June 2008 )
 
< Prev   Next >

Data Pengunjung

IP Kamu
38.103.63.60
United States United States :
Browser
Unknown Browser Unknown Browser
Sistem Operasi
Unknown Operating System Unknown Operating System

Map

Locations of visitors to this page