Pengumuman
- Diperbolehkan bagi temen-temen untuk mengutip seluruh isi artikel di dalam situs ini untuk tujuan kebaikan dan WAJIB untuk mencantumkan NAMA PENULIS dan SUMBERNYA.
- Bagi yang mengisi comment ataupun guestbook, diharuskan mencantumkan nama dan identitas. Jika tidak maka comment kamu akan saya delete tanpa konfirmasi.
- Bagi yang mengisi comment ataupun guestbook, cukup mengisi sekali saja. Karena setiap comment harus dimoderasi, jadi nggak ditampilkan terlebih dahulu.
- Buat teman-teman yang ingin buat blog sendiri, kami juga menawarkan Hosting Gratis. So, buat yang pengen apply, silahkan pelajari lebih lanjut dengan membuka menu : Hosting Gratis pada menu di atas/
Mutiara 'Ilmu
| al-Hasan al-Bashri berkata: "Wahai Bani Adam, sesungguhnya kamu itu adalah ibarat rangkaian hari-hari. Jika sehari berlalu maka sebagian dari umurmu juga hilang." (Siyar A'lam an-Nubala' IV/585) |
Kalender
|
| Emang Salah Handphonenya! |
|
|
|
| Written by Rizki Aji | |||||||
| Sunday, 08 June 2008 | |||||||
|
Gak usah ribet-ribet membicarakan perkembangan tekhnologi akhir-akhir ini, karena dengan sendirinya tanpa sebuah presentasi pun tekhnologi dapat mudah digunakan dan disalahgunakan. Itu sebuah kebenaran yang sudah dilakukan pembenaran. Sehingga siapapun vendor pemilik hak paten gadget suatu alat sangat dengan mudah memasarkan produknya didalam negeri pertiwi ini. Handphone sebagai salah satu tekhnologi mutakhir yang senantiasa berevolusi mengikuti perkembangan kebutuhan para pemakai dan pengguna, belakangan menjadi semakin menggila. Tak pernah sebelumnya terpikirkan akan dapat melihat acara televisi dimanapun kita berada, well guys, sekarang menjadi ada. Bukan sulap bukan sihir, bukan magic dan juga musyrik. Sesuai dengan hukum alaminya, suatu alat dapat menjadi jahat dan dapat menjadi baik sesuai dengan penggunaannya, begitu juga dengan alat komunikasi yang satu ini. Dari namanya pun telah memiliki ragam, dari mulai handphone, mobile phone, selullar phone, dan silahkan buat nama sendiri karena gak bakal ada yang ngelarangnya. Handphone adalah tekhnologi menembus batas, lebih menembus batas dibandingkan media yang kamu gunakan untuk ngebaca tulisan ini. Handphone bener-bener telah menempatkan dirinya di sektor komunikasi bebas arah. Kemanapun dan apapun dapat terjadi dengan handphone. Dari tindak penipuan hingga percintaan, Tulisan ini melihat handphone lagi-lagi dalam kiprahnya di dunia percintaan para manusia penggunanya, tidak mengangkat handphone dalam folder pencurian, coz udah ada pihak berwajib yang ngurusin begituan. Percintaan dan unsur-unsur yang terkait dengannya merupakan partikel yang saling menyatu, bagaikan senyawa kimia yang dapat berubah rasa bila sukses memadukannya. Handphone dalam konteks ini sebagai unsur sarana penting dalam mengambil alih menggantikan peran burung merpati dan pak pos dalam menyatukan hati dua insan. Dibelahan bumi manapun handphone dapat menembusnya. Dengan ukuran yang tak sampai 10cm, benda tersebut dapat melumpuhkan jarak sejauh ratusan mil. Tidak perlu membutuhkan Doraemon dengan pintu ajaibnya apalagi lemari masa depan di meja belajar Nobita. Tapi cukup dengan menekan tombol yang tepat, siapapun dan dimanapun lokasinya dapat mudah ditemukan. Karena pentingnya benda ini, dua orang kekasih yang mabuk asmara pun wajib untuk memilikinya. Sebab dengannya jalinan kisah kasih asmara dapat bertahan lama. Dapat dibayangkan betapa jengkelnya sang kekasih bila pecintanya tak menghubungi selama sehari. Pengennya sang kekasih ada disisi, tapi apa daya ia jauh disana. Aha! Jangan panik dan cemas karena ada handphone disisi anda. Kekasih tak menghubungi jangan khawatir untuk coba mencari yang lain. Dengan handphone semua menjadi mudah. Dan untuk kultur Indonesia rasanya tak perlu ada pelajaran maupun kurikulum khusus yang menjelaskan hal ini. Secara sendirinya dapat bisa tanpa bantuan staff pengajar. Kenapa sih ngangkat tema ini, kayak orang kurang kerjaan aja? Hei! Justru ini adalah pekerjaan, pekerjaan kita semua untuk mengatasi tingkat sakit jiwa pemuda bangsa yang bakalan parah nantinya. Dari mulai kuping budek sampe tangan keseleo harus diantisipasi bersama. Harus dibuat hari bebas handphone sedunia, agar yang merana tidak hanya penghisap tembakau karena telah memiliki hari berskala dunia duluan. Tapi pengguna handphone pun sadar atau tidak ia terkena syndrom addict yang membunuh. Udah deh nggak usah senyum-senyum tinggal bilang iya aja khan gak repot. Setelah kemarin kita mengangkat betapa berartinya motor dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara juga bercinta. Kali ini handphone menjadi sasaran utama pembicaraan ini, kalo kamu ngerasa gak penting buat baca tulisan ini, suer deh gak salah buat nutup halaman web ini dan buka tab baru sambil menuliskan address www.friendster.com. Siapa bilang cinta itu buta! Bahkan untuk seorang tuna netra pun kini cinta tak lagi buta, selama handphone ada di genggamannya, ia dapat menghubungi sang istri ataukah juga pujaan hati dengan settingan alat yang telah disempurnakan. Bayangkan aja, dengan handphone yang salah pencet nomer seorang anak SD dapat pacaran dengan anak kuliahan, seorang tukang jamu dapat salah sambung dan nyambung beneran sama seorang kuli bangunan. Lagi-lagi penulis katakan bukan sulap bukan sihir, bukan magic bukan musyrik! Salah siapa? Sulit buat menentukan salah siapa, kasian juga bila benda lagi-lagi disalahkan tanpa tahu apa hukumannya. Jadi masalah salah atau tidak tergantung pak Presiden aja. Weittssss, jangan beranjak dulu apalagi keburu bosen baca nih tulisan, tapi coba istirahat sejenak kalo lagi agak mumet bacanya sambil ngelirik handphone yang ada disekitar kamu, liat tuh sapa tau ada es-em-es dari si ehem-ehem..hayoo dibales dulu. Guys, ini bukan di negeri dongeng apalagi di negeri yang gak jelas, dimana ini terjadi pada kamu dan tetangamu. Cukup dengan ngasal pencet nomor maka hubungan berkelanjutan pun dapat terjadi, gak perlu tau dia siapa dan dimana, tapi kalo es-em-esan dah berasa mesra apa salah jika anak manusia berpadu cinta dengan perantara telpon genggam? Sulit dipungkiri, dan ini tidak hanya pada anak muda yang masih berjaya, seorang kakek tua dengan status duda pun dapat asyik telpon-telponan hemat dari jam sebelas malam sampe sebelas siang dengan mbak warung yang jadi langganannya. Masa bodo dengan dunia, sebab bagaikan samudera yang dalam, sang kakek telah berenang hingga tengahnya, butuh sedikit keberanian untuk menyentuh dermaga si pujaan hati. Tambah lagi dengan content yang makin menunjang dari provider kesayangan. Semakin seru juga kita amati perang tarif, dari yang dengan syarat sampai yang tanpa tapi. Dus, ini semua ada tidak hanya persaingan, tapi ini semua ada untuk kalian yang masih muda. Umat Islam gak perlu diserang dengan ekspansi militer lagi seperti dahulu. Kala ghazwul fikri dapat tembus dengan hal ini, silahkan aja siapapun dia pasti dibuat kelabakan karenanya. Bahkan seorang aktivis dakwah bisa melejitkan fitrah cintanya kepada aktivis dakwah satunya lagi. Saling tebar perhatian dan kekaguman, hingga jerat kenistaan terbuka lebar. Tadinya aktivis dakwah sekarang ia membuka gerai voucher karena sangat cintanya pada gadget multifungsi ini. Lebay? Terserah mau dibilang apa, lha wong kalo fakta berbicara mau dikata apa? Bahkan kadang handphone bisa menjadi sumber malapetaka bagi pecandu kenikmatan. Maksudnya sih ketika sedang berhubungan ingin mengabadikan tindakan dalam bentuk media, tapi apa daya ulah tangan iseng pun bisa jadi membelenggu dirinya dikemudian hari. Itulah cinta, dan selalu ada sarana yang menghubungkannya. Tak seru jika pembicaraan ini berakhir tanpa solusi. Bisa-bisa yang nulis melakukan malpraktek dengan metode induksi lewat tulisan ini. Baiklah kita angkat solusi yang semoga dapat menjawab semuanya. Standar emang dan sangat remeh buat dilaksanakan. Tapi khan biasanya dari yang remeh bila terbiasa dilakukan gak menutup kemungkinan dapat menjadi efek positif bagi khalayak banyak.
Mungkin ini yang dapat disampaikan, sebuah bentuk pesan moral ditengah situasi bangsa dan ditengah momen kebangkitan nasional. Bangkit itu aku, untuk Indonesiaku. Sebuah artikel yang mengajak pemuda dan lingkungannya untuk sadar dari keterpurukan (cieeehh, Nasionalis banget...)
So bijaklah dalam menggunakan handphone agar gak gigit jari yang berkepanjangan!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| Last Updated ( Tuesday, 10 June 2008 ) | |||||||
| < Prev | Next > |
|---|







orang




