Pengumuman
- Diperbolehkan bagi temen-temen untuk mengutip seluruh isi artikel di dalam situs ini untuk tujuan kebaikan dan WAJIB untuk mencantumkan NAMA PENULIS dan SUMBERNYA.
- Bagi yang mengisi comment ataupun guestbook, diharuskan mencantumkan nama dan identitas. Jika tidak maka comment kamu akan saya delete tanpa konfirmasi.
- Bagi yang mengisi comment ataupun guestbook, cukup mengisi sekali saja. Karena setiap comment harus dimoderasi, jadi nggak ditampilkan terlebih dahulu.
- Buat teman-teman yang ingin buat blog sendiri, kami juga menawarkan Hosting Gratis. So, buat yang pengen apply, silahkan pelajari lebih lanjut dengan membuka menu : Hosting Gratis pada menu di atas/
Mutiara 'Ilmu
| al-Hasan al-Bashri berkata: "Wahai Bani Adam, sesungguhnya kamu itu adalah ibarat rangkaian hari-hari. Jika sehari berlalu maka sebagian dari umurmu juga hilang." (Siyar A'lam an-Nubala' IV/585) |
Kalender
|
| Aktivis Dakwah Jangan Nyerah |
|
|
|
| Written by Rizki Aji | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Saturday, 31 May 2008 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Sudah bukan barang yang baru lagi ketika remaja kita terjangkiti demam semangat menuntut ilmu agama, hampir disetiap sekolah, bangku kuliah, bahkan di lingkungan rumah. Pemuda lagi-lagi menjadi agent of change dalam kehidupan beragama kali ini. Dahsyatnya energi semangat itu membuat letupan positif dalam kehidupan sehari-hari, mereka yang bergelar aktivis dakwah menebarkan sebuah cita rasa di sekitar lingkungan tempat mereka berada. Semangat di awal ketika kembali menemukan telaga yang penuh kenikmatan akan segera menjelma menjadi samudera yang harus dilalui dengan bahtera. Bahtera yang mesti dipertahankan agar tak kandas di tepi, melainkan dakwah jangan terhenti. Namun terkadang semangat di awal itu bisa menyebabkan pupus ditengah jalan, banyak kendala yang membuat semangat itu hilang. Para aktivis dakwah kembali bingung menentukan tujuan di kala mereka terlalu banyak memiliki harapan dan angan yang ingin dicapai. Semangat itu pudar karena patah arang dalam mengejar impian. Aktivis dakwah dengan penuh dilema dalam drama laga pentas pendidikan negeri tercinta, terkadang dihinggapi berbagai macam perasaan tak menentu. Rangkaian muatan penuh beban untuk memilih mana yang menjadi prioritas dan mana yang menjadi otoritas. Orang tua menekankan bahwa pendidikan lebih utama dan harus dipersiapkan penuh tenaga, sedangkan di dalam dada para pemuda, semangat berdakwah demi mengajak sesama saudaranya terlihat lebih istimewa. Mereka telah mencium harumnya nafas kehidupan yang telah Allah janjikan. Mereka penuh semangat karena dakwah adalah sebuah kehidupan yang menakjubkan. Semangat di awal dan kendor dipertengahan merupakan ujian yang terkadang datang menghadang, terlebih larut dalam ujian tersebut merupakan suatu perkara besar. Tanpa sadar mereka yang dahulu semangat menjadi aktivis dakwah menjadi mudah rapuh. Bisa karena lingkungan yang telah berubah, maupun kehidupan yang berbeda pola. Tak sadar ketika ujian datang merupakan penyebab yang banyak dirasakan sebagian besar pemuda di perkotaan, mereka sangat membutuhkan dukungan dan tambahan energi yang dapat terus menerus diperbaharui. Terkadang ketika berkumpul bersama kawan satu pengajian, energi keimanan melesat tajam. Namun ketika kembali ke lingkungan rumah energi itu pudar perlahan. Dari hari ke hari, pekan ke pekan. Ini terjadi karena sistem daur ulang energi itu hanya terjadi sepekan sekali. Itupun terkadang terhenti karena harus syuro’ ini dan itu. Keperluan begini dan begitu, dan seterusnya. Dibutuhkan kesabaran ekstra dalam menghadapinya kawan, tidak hanya kamu yang mengalaminya. Manusia-manusia terbaik pun pernah menghadapi hebatnya sebuah cobaan dan penderitaan di kala berdakwah ditengah kehidupannya. Fase sejarah telah membukukan dengan layak dan sempurna. Tentang sebuah semangat dan ketegaran dalam mengemban tugas mulia. Para Nabi dan Rasul pun tak jarang mendapatkan ujian dari yang paling ringan hingga paling berat, dari sekedar sebuah cacian hingga ancaman pembunuhan. Semua dijalani dengan penuh kesabaran. Tanpa kenal lelah dan menyerah, karena yakin pasti akan ada jalan dalam setiap kesulitan. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman “ Dan Sesungguhnya Telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Allah kepada mereka. tak ada seorangpun yang dapat merobah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. dan Sesungguhnya Telah datang kepadamu sebahagian dari berita rasul-rasul itu.” (QS. Al An’am : 34 ). Jadi tetaplah kamu semangat, semangat dalam menghidupkan Islam yang mulia. Mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin apa yang dapat dilakukan. Dan menghadapi ujian serta cobaan yang menghadang. Kamu tidak sendiri dalam berjuang, karena mereka para manusia mulia telah sukses bertahan diatas kesabaran yang mengokohkan. Selalu ada kehidupan yang menyenangkan dibalik keyakinan terhadap prinsip. Prinsip diatas kebenaran dan kemuliaan. Ingatlah kawan, tentang sebuah sabda Rasulullah shalallahu ‘alayhi wa sallam, “Barangsiapa mengajak kepada hidayah (petunjuk), maka ia akan mendapatkan pahala senilai dengan pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala-pahala mereka (yang mengikuti itu) sedikit pun. Dan barangsiapa mengajak kepada kesesatan, maka ia akan mendapatkan dosa senilai dengan dosa orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa-dosa mereka (yang mengikutinya) sedikit pun.” (HR. Muslim) Sungguh indah apa yang dikatakan oleh Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin –rahimahullah dalam kitab beliau yang hebat Syarh Tsalatsatil Ushul, ketika beliau menjabarkan tentang hakikat kesabaran, penjelasan indah ketika mengurai matan prinsip yang wajib diketahui oleh setiap muslim setelah ilmu, mengamalkan ilmu tersebut, dan mendakwahkan. Beliau berkata bahwa sabar adalah sikap menahan diri dari maksiat kepada Allah Ta’ala, dan menahan diri dari perasaan benci kepada takdir Allah. Jadi seseorang harus menahan diri dari perasaan benci, mengeluh, dan bosan, serta tetap semangat untuk berdakwah mengajak kepada agama Allah, meskipun mendapatkan gangguan. –selesai kutipan-- Semoga Allah meneguhkan kaki-kaki para aktivis dakwah, yang tegar dan istiqomah diatas keimanan. Keimanan penuh kesabaran yang menyatukan hati seluruh semangat dalam berbagi. Dakwah yang benar diatas nafas kehidupan sesuai dengan pemahaman generasi awal Islam. So, jangan menyerah dalam berdakwah!
Wallahul Musta’an
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Last Updated ( Sunday, 01 June 2008 ) | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| < Prev | Next > |
|---|







orang




