Sobat Muda

NOTE: To use the advanced features of this site you need javascript turned on.

Home

Mutiara 'Ilmu

Ibrahim berkata, aku pernah bertanya kepada Fudhail bin Iyadh: "Apa rendah hati itu?" Ia menjawab: "Tunduk dan patuh kepada kebenaran. Walaupun engkau mendengarnya dari seorang anak kecil, engkau tetap harus menerima kebenaran itu. Walaupun engkau mendengarnya dari orang yang paling bodoh, engkau harus menerima kebenaran itu juga." Lalu aku bertanya kepadanya: "Apa arti sabar terhadap musibah itu?" Ia menjawab: "Tidak menyebarluaskannya." (Hilyatul Auliyaa 8/91)
 

Pengumuman

  • Bagi yang mengisi comment ataupun guestbook, diharuskan mencantumkan nama dan identitas. Jika tidak maka comment antum akan saya delete tanpa confirm.

    Terima kasih.....
  • Bagi yang mengisi comment ataupun guestbook, cukup mengisi sekali saja. Karena setiap comment harus dimoderasi, jadi tidak ditampilkan terlebih dahulu. ^_^

Admin


asb_kppsi

albykazi

didit_fitriawan

Kalender

 
Thursday
November
2008
20
 
Kamu Masih Punya Do'a PDF Print E-mail
User Rating: / 1
PoorBest 
Written by Rizki Aji   
Monday, 19 May 2008

Setelah pergulatan yang menentukan beberapa waktu lalu. Kali ini para pelajar yang berada ditingkat akhir berada dalam fase harap-harap cemas, selain angka kelulusan standar yang naik dari tahun ke tahun, ujian kali ini sangat jauh dari prediksi yang mereka ikuti dalam setiap sesi try out. Kejamnya, pendidikan yang dijalani selama 3 tahun lamanya sedang dipertaruhkan di altar suci Ujian Nasional yang hanya berlangsung satu pekan.

Masa menunggu pastinya penuh dengan kegelisahan dan kebingungan. Para siswa dibiarkan mengambang masa depannya selama beberapa hari demi menunggu hasil kelulusan. Sebab, disini tidak berlaku hipotesa bahwa yang cerdas dan pintar pasti lulus, atau bahkan yang jauh dari prediksi lulus dengan daya pikir yang terlihat dibawah rata-rata dapat saja secara mengejutkan lulus. Itulah sebagai sebuah bukti dari sifat ketenangan. Ketenangan yang mengharukan, bisa jadi mereka yang cerdas sudah terbawa suasana psikis yang menegangkan, sedangkan mereka yang pemalas justru lebih tenang dan belajar seperlunya. Itulah sebuah kejutan yang harus ditilik lagi darimana keajaiban itu datang.

Tapi bukan soal tentang masalah diatas, karena kita tidak mengangkat sebuah perdebatan seru apakah yang otaknya bagus pasti lulus, ataukah yang otaknya bulus takkan lulus. Sebab kita mengangkat sebuah bahasan dimana seharusnya setiap pemuda muslim harus mempercayai kekuatan ini. Sebuah kekuatan yang bernama doa!

Setelah semua usaha dikerahkan, setelah jadwal syuting para selebritis dengan harga mahal terpaksa menolak kontrak karena tidak mau menanggung malu nantinya, ketika semua biaya telah dikerahkan demi mengikuti try out dan bimbel anu dan ini, juga setelah semua soal yang pernah diberikan oleh guru beserta jawaban diserap paksa. Seorang muslim masih dapat berharap pada kekuatan doa. Seorang muslim setelah berusaha hendaklah tidak berlepas diri begitu saja..

Kamu masih punya doa dibalik semua usaha yang telah dikerahkan, sebab dengan adanya doa, maka akan mengikis sifat dan sikap sombong yang ada dalam diri. Doa tersebut sebagai implementasi bahwa manusia adalah makhluk yang lemah, makhluk yang senantiasa memohon pertolongan dari Rabbnya. Sebagaimana Rasulullah shalallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Doa itu bermanfaat terhadap apa yang sudah menimpa atau yang belum menimpa. Oleh karena itu wahai sekalian hamba Allah, hendaklah kalian berdoa.” (HR. At Tirmidzi & Al Hakim dengan derajat hasan).

Dan tentunya kawan, doa itu merupakan perintah Allah kepada setiap hamba, dimana Allah Ta’ala berfirman, “Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina". (QS. Al Mu’min : 60). Dan Allah Ta’ala juga berfirman dalam ayat lain:

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah : 186).

Jadi, jangan kamu remehkan kekuatan doa, apalagi setelah berusaha justru kelamaan menunggu membuat terasa kejemuan serta kepenatan sehingga melupakan doa. Sungguh sangat disayangkan sekali, dimana setelah mereka mengakhiri masa ujiannya tanpa tahu bagaimana hasilnya. Mereka (sebagian para pelajar) justru malah mengisi hari dengan hura-hura merayakan kebebasan dari aktivitas pelajaran yang pernah membelenggu dan memenjarakan selama sebulan. Dilampiaskan pula kebebasan itu dengan permainan yang melenakan, sehingga makin jauhlah dari harapan dan pikiran bahwa pengumuman belumlah ada di genggaman.

Padahal sebuah kebaikan, jika dalam masa menunggu tersebut diisi oleh aktivitas yang menumbuhkan rasa cinta kepada Allah, dan memperbanyak amal shalih dengan harapan agar Allah mengabulkan keinginan selanjutnya setelah berusaha. Apakah diterima di sekolah negeri maupun di universitas negeri yang diimpikan. Maka dengan demikian pihak keluarga tidak malu justru malah menghadirkan kebanggan pada keluarga kamu.

Itulah kekuatan doa yang sungguh sangat disayangkan bila terlewat begitu saja. Jadikanlah dalam diri kamu, bahwasanya doa merupakan harapan yang menentukan. Karena disanalah doa sebagai manifestasi dari keimanan seorang hamba akan sejauh mana ia bergantung kepada Rabbnya.

Jangan pernah ragu untuk berdoa, dan yakinkan dalam diri kamu bahwa doa tersebut niscaya akan dikabulkan oleh Allah Taala, hal ini disebabkan Alah merasa malu jika seorang hamba berdoa kepada-Nya lantas tidak dikabulkan. Sebagaimana Rasulullah shalallahu ‘alayhi wa sallam pernah bersabda, “Sesungguhnya Rabb kalian Yang Mahasuci lagi Mahatinggi itu Mahamalu lagi Mahamulia, Dia malu terhadap hamba-Nya jika dia mengangkat kedua tangannya kepada-Nya untuk mengembalikannya dalam keadaan kosong.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah & Tirmidzi).

Dan satu hal lagi yang wajib untuk diperhatikan bahwasanya jika doa tersebut tidak dikabulkan, maka hendaklah seorang muslim justru tidak percaya kepada Allah ataupun malah menjauh dari Allah Ta’ala. Karena tentunya setiap perbuatan kebaikan itu pasti mendapatkan balasan jika kita bersabar diatasnya. Dan tentunya yang paling penting adalah mengambil hikmah dari semua kejadian yang telah Allah tetapkan. Sebab Rasulullah shalallahu ‘alayhi wa sallam memberikan hikmah tentang mengapa doa tersebut tidak diberikan segera, yang justru malah ada dua hikmah lagi. Seperti dalam sabda beliau shalallahu ‘alayhi wa sallam,

“Tidaklah seorang muslim berdoa kepada Allah dengan suatu doa yang didalamnya tidak mengandung dosa dan pemutusan silautrahmi, melainkan Allah akan memberikan kepadanya salah satu dari tiga kemungkinan, yaitu dikabulkan segera doanya tersebut, atau Dia (Allah) akan menyimpan baginya diakhirat kelak, atau Dia akan menghindarkan darinya keburukan yang semisalnya.” Maka para sahabat bertanya: “Kalau begitu kita memperbanyaknya (maksudnya doa).” Beliau shalallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Allah lebih banyak (memberikan balasan atau pahala).” (HR. Ahmad III/18, dan Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad no 710).

Pastinya pula, apapun ketentuan yang telah diberikan oleh Allah setelah kita bertawakal atau usai berusaha lantas menyerahkan segala urusan kepada Allah. Hendaknya diterima bahwasanya itu merupakan yang terbaik dari Allah Ta’ala, tetapi mungkin kita masih belum dapat mengambil hikmah secara cepat didalamnya. Hal ini disebabkan karena hikmah bukanlah penyesalan melainkan pelajaran. Ketetapan dari Allah tersebut hendaklah jangan dibantah ataupun digugat, sebab seorang musim tidak diperbolehkan menggugat takdir yang telah Allah berikan.

“Allah menganugerahkan Al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar Telah dianugerahi karunia yang banyak. dan Hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).” (QS. Al Baqarah : 269).

“.....boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak Mengetahui.” (QS. Al Baqarah : 216).

Jadi jangan pernah ragu untuk berdoa dan jangan pernah terfikir untuk berhenti berdoa!

 

Wallahul Musta’an....

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 

3.21 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Monday, 19 May 2008 )
 
< Prev

Data Pengunjung

IP Kamu
38.103.63.58
United States United States :
Browser
Unknown Browser Unknown Browser
Sistem Operasi
Unknown Operating System Unknown Operating System

Map

Locations of visitors to this page