Sobat Muda

NOTE: To use the advanced features of this site you need javascript turned on.

Home arrow Akhlak arrow Hai Siswa! Luruskan Niat Dalam Bercelana

Pengumuman

  • Diperbolehkan bagi temen-temen untuk mengutip seluruh isi artikel di dalam situs ini untuk tujuan kebaikan dan WAJIB untuk mencantumkan NAMA PENULIS dan SUMBERNYA.
  • Bagi yang mengisi comment ataupun guestbook, diharuskan mencantumkan nama dan identitas. Jika tidak maka comment kamu akan saya delete tanpa konfirmasi.
  • Bagi yang mengisi comment ataupun guestbook, cukup mengisi sekali saja. Karena setiap comment harus dimoderasi, jadi tidak ditampilkan terlebih dahulu.

Mutiara 'Ilmu

al-Mubarrad berkata: "Telah dikatakan kepada al-Hasan bin Ali bahwa Abu Dzar berkata: "Kefakiran lebih aku sukai daripada bergelimang harta. Sakit lebih aku senangi daripada sehat." Lantas al-Hasan berkata: "Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada Abu Dzar. Adapun aku maka akan berkata 'Barangsiapa bertawakkal kepada sesuatu yang telah menjadi pilihan Allah baginya, maka dia tidak akan pernah berangan-angan mendapatkan sesuatu. Inilah sebenarnya pengertian ridha terhadap takdir yang ditentukan oleh Allah." (Siyar A'lam An Nubala' III/262)
 
Hai Siswa! Luruskan Niat Dalam Bercelana PDF Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Written by Rizki Aji   
Friday, 16 May 2008

 

Masih inget gak di era tahun 80’an, mode kostum yang lebih variatif dan ceria beraneka warna serta gaya. Di era ini pula banyak aliran musik (!) tumbuh subur menjamur. Sehingga menyebabkan model busana yang atraktif bertabur. Tapi gak disini apa yang kita bicarakan, letaknya adalah soal busana yang sekarang marak dikalangan pemuda jaman sekarang kembali terulang lagi. Ada sedikit asumsi soal ini bahwa jaman bukan selalu berubah, tetapi jaman senantiasa berulang!

Kita lihat kostum yang dikenakan pemuda jaman sekarang khusunya para pelajar, dalam keseharian disekolah terkadang tata tertib sudah tak lagi digubris. Yang ada ialah trend dan dipakenya itu enak ma nyaman. Maka terserah apa kata orang, karena mereka akan mengatakan “ini gaya gw...!”

Salah satu yang menarik ialah fenomena celana cingkrang atawa ngatung. Sering banget terlebih di kota besar sebesar Jakarta. Bangsanya anak-anak yang sekolah di tipikal sekolah kejuruan dan berbau jantan, tentunya dah gak asing lagi ma style celana kayak gitu. Bahkan rata-rata diantara mereka menggunakan celana udah cingkrang plus sempit mengerut sehingga membentuk model kaki. Tapi maaf-maaf aja nih, style model gini gak berlaku buat mereka yang punya bobot diatas 70 Kg, karena pasti bakal dikatain saltum alias salah kostum.

Tapi celana potongan cingkrang gak cuman berlaku doang di kalangan mereka yang sekolah di sekolahan kejuruan jantan (jantan disini maksudnya mang lahannya didominasi pria, semisal tekhnik). Kawan-kawan kita yang aktif di Rohis dan tahu keutamaan celana cingkrang juga merealisasikannya dalam keseharian bersekolah. Walaupun kadang ujung-ujungnya suka dicemooh macem-macem, baik di kalangan temen-temen ataupun guru-guru. Namun bagi mereka, semangat untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan cara apapun lebih menancap dihati dibandingkan celaan yang ntar juga bakal jadi kebiasaan. Malahan tak jarang buat mereka cemoohan dan cacian dijadikan lahan dakwah dan pemberitahuan akan keutamaan, karena pada hakikatnya mereka yang suka ngejek ma ngecengin hanya bermotif penasaran aja, cuman gak tau aja gimana cara ngelampiaskan penasarannya itu.

Kawan, sebenernya sayang banget kalo kita gembar-gembor ngaku nulis di profil friendster dengan tulisan ‘who  want to meet’ dengan jawaban Rasulullah shalallahu ‘alayhi wa sallam, tapi justru malah sikap kita jauh dengan apa yang dituliskan di ‘who want to meet’ tersebut. Padahal gak usah jauh-jauh deh, kunci agar kita dicintai oleh Allah Ta’ala adalah dengan senantisa melaksanakan apa yang dilakukan ma diperintahkan Rasulullah. Hei..! ini bukan Rasulullah yang berkata demikian, tetapi yang berkata adalah Allah. Coba kamu perhatikan ayat ini:

“Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali Imran : 31) –aku disini ialah Rasulullah shalallahu ‘alayhi wa sallam-

Kita mulai aja dengan aktivitas keseharian kita disekolah dengan melaksanakan sunnah, termasuk urusan celana. Ada baiknya kawan-kawan yang pake celana cingkrang bukan karena mengikuti sunnah rasulullah shalallau ‘alayhi wa sallam dilurusin lagi niatnya. Jadi bukan sekedar ikutin temen ma komunitas aja. Sayang banget lho, padahal seandainya niatnya itu diluruskan buat ngikutin sunnah maka niscaya akan mendapatkan porsi amal kebaikan (apalagi udah kapalan dicengin sehari-hari, mending sekalian wae lah). Cuma bagusnya lagi yang cingkrang tapi agak sempit mengerut itu dilonggarin sewajarnya. Biar gak malu-maluin, kesannya udah niatnya ngikutin sunnah tapi anggota tubuhnya ngepress kayak laminating KTP. Udah tinggalin model pakaian ngikutin temen deh, toh ntar juga kamu masuk ke liang lahat khan sendiri tanpa temen. So, lurusin lagi niat kamu dalam bercelana.

Karena Rasulullah shalallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab radhiyallahu 'anhu, ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”. (HR. Bukhari, No 1)

Biar lebih semangat, nih kami turunkan beberapa peringatan akan bahayanya pake pakaian yang panjang melambai berasal dari dalil-dalil shahih agar memantapkan hati kawan-kawan, dan menguatkan niat, serta membangun kepercayaan diri biar gak segan ma ragu buat pake celana diatas mata kaki. Disini ada perkataan isbal yang bermakna menjulurkan kain pakaian melewati mata kaki.

" Ada 3 golongan yang tidak akan dilihat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di hari kiamat, tidak dilihat dan tidak disucikan ( dari dosa) serta mendapatkan azab yang sangat pedih, yaitu pelaku isbal (musbil), pengungkit pemberian dan orang yang menjual barang dagangannya dengan sumpah palsu." (HR. Muslim, Ibn Majah, Tirmidzi, Nasa'i).

Dalam hadits lain, Rasulullah shalallahu ‘alayhi wa sallam bersabda “Siapa yang menyeret pakaiannya karena sombong, Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan melihatnya di hari kiamat." ( HR Bukhari dan yang lainnya ).

Hadits lain juga menyebutkan, “Isbal berlaku bagi sarung, gamis, dan sorban. Barang siapa yang menurunkan pakaiannya karena sombong, tidak akan dilihat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di hari kiamat." ( Hr Abu Daud, Nasa'i, dan Ibnu Majah. Dan hadits ini adalah hadits yang sahih).

"Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan melihat orang yang menyeret sarungnya karena sombong". (Muttafaq 'alaihi)

“Apa saja yang berada di bawah mata kaki berupa sarung, maka tempatnya di Neraka.” (HR. Ahmad & Imam Bukhari).

Nah, di hadits diatas dibahas dengan sombong, bagaimana dengan orang yang ber-isbal tapi gak sombong. Apakah dia juga bakalan kena ma hadits tersebut. Pertanyaan model gini udah dijawab sama ulama yang ilmunya tidak diragukan lagi, bahkan banyak pujian dari ulama lainnya yang menisbatkan beliau rahimahullah ini dengan title faqihul ashr (atau ahli fiqhnya jaman ini) yakni Al Allamah Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah. Beliau berkata demikian,

“Isbal ada dua jenis, yaitu jenis hukumnnya ; adalah bila seseorang melakukannya karena sombong maka dia tidak akan diajak bicara oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mendapatkan siksa yang sangat pedih. berbeda dengan orang yang melakukan isbal tidak karena sombong. orang ini akan mendapatkan adzab, tetapi ia masih di ajak bicara, dilihat dan dibersihkan dosanya. Demikian kita katakan kepadanya. (diambil dari As'ilah Muhimmah Syaikh Muhammad Ibn Soleh Utsaimin)

Nah, maka dari penjelasan diatas semoga ngebuat kita kembali merumuskan orientasi soal celana yang cingkrang, juga dari dalil dan penjelasan diatas semoga bisa meluruskan tuduhan-tuduhan yang aneh (dari mulai kebanjiran sampe kekurangan bahan!). tentunya kawan-kawan harus meluruskan niat lagi, bahwa cingkrangnya celana bukan karena ngikutin model tetapi karena mengikuti sunnah. Maka Insya Allah semoga dengan mengikuti sunnah hidup menjadi lebih mudah dan berkah… Amiin (giliran Amiin aja paling kenceng suaranya… ^_^)

 

Wallahu ‘alam bi shawwab

 

Comments
Add New Search
Antithogut  - Luruskan niat lillahita'ala     |125.162.255.xxx |2008-05-20 12:39:18
Jangan pernah menjadikan attribut menjadi patokan dalam beribadah.
Memperjuangkan Islam adalah memperjuangkan konsep diri, ideologi hidup itu yang
utama. Luruskan dulu ucapan shayadat kita dengan hari, jika memang sudah
selaras, baru amalan yang lain. Agar tidak terjebak dalam jargon partai,
bendera, kelompok, golongan dan embel-embel lainnya yang menyesatkan
tintin  - Deconlabel dot com     |221.132.211.xxx |2008-05-29 02:45:00
ATribut dalam beribadah adalah jati diri pak ..

kita wajib menyelisihi
orang² kafir, bahkan dalam tata cara berpakaian.

tegakkan izzah ISlam ..
walau dengan celana cingkrang dan berjenggot kita masih bisa berkarya ..
nurma s w  - chubby     |118.98.220.xxx |2009-04-30 15:01:12

q sih setuju bgt ma artikel ni...
klo bs di
kembangin artikelnya.......
dt mbah jg temanya......
 
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.21 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Friday, 16 May 2008 )
 
< Prev   Next >