Sobat Muda

NOTE: To use the advanced features of this site you need javascript turned on.

Home arrow Aqidah arrow Mendongkrak Popularitas, Amal pun Layu

Pengumuman

  • Diperbolehkan bagi temen-temen untuk mengutip seluruh isi artikel di dalam situs ini untuk tujuan kebaikan dan WAJIB untuk mencantumkan NAMA PENULIS dan SUMBERNYA.
  • Bagi yang mengisi comment ataupun guestbook, diharuskan mencantumkan nama dan identitas. Jika tidak maka comment kamu akan saya delete tanpa konfirmasi.
  • Bagi yang mengisi comment ataupun guestbook, cukup mengisi sekali saja. Karena setiap comment harus dimoderasi, jadi nggak ditampilkan terlebih dahulu.
  • Buat teman-teman yang ingin buat blog sendiri, kami juga menawarkan Hosting Gratis. So, buat yang pengen apply, silahkan pelajari lebih lanjut dengan membuka menu : Hosting Gratis pada menu di atas/

Mutiara 'Ilmu

Ibrahim berkata, aku pernah bertanya kepada Fudhail bin Iyadh: "Apa rendah hati itu?" Ia menjawab: "Tunduk dan patuh kepada kebenaran. Walaupun engkau mendengarnya dari seorang anak kecil, engkau tetap harus menerima kebenaran itu. Walaupun engkau mendengarnya dari orang yang paling bodoh, engkau harus menerima kebenaran itu juga." Lalu aku bertanya kepadanya: "Apa arti sabar terhadap musibah itu?" Ia menjawab: "Tidak menyebarluaskannya." (Hilyatul Auliyaa 8/91)
 
Mendongkrak Popularitas, Amal pun Layu PDF Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Written by Andita SB   
Tuesday, 22 April 2008
 
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir baik harta mereka maupun anak-anak mereka, sekali-kali tidak dapat menolak adzab Allah dari mereka sedikitpun. Dan mereka adalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. Perumpamaan harta yang mereka nafkahkan di dalam kehidupan dunia ini adalah seperti perumpamaan angin yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa tanaman kaum yang menganiaya diri sendiri, lalu angin itu merusaknya. Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” (QS. ali-Imran : 116 – 117)

Ini, kata Ibnul Qayyim rahimahullah dalam tafsirnya, merupakan perumpamaan yang dibuat Allah ‘azza wa jalla bagi orang-orang yang menafkahkan hartanya bukan untuk ketaatan kepaad Rabbnya dan keridhaan-Nya. Apa yang mereka nafkahkan dari sebagian hartanya itu, agar bisa mendongkrak nama mereka, agar mereka dimuliakan, mendapat sanjungan dan namanya selalu diingat, mereka tidak bermaksud untuk mencari wajah Allah ‘azza wa jalla, dan bahkan apa yang mereka nafkahkan itu untuk menghalangi manusia dari jalan Allah subhanahu wa ta’ala dan mengikuti Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, diserupakan Allah subhanahu wa ta’ala dengan tanaman yang ditanam seseorang, dengan harapan dia akan memetik hasilnya.

Sayangnya, tanaman itu dihembus angin yang mengandung hawa sangat dingin, yang karena dinginnya bisa merusak apapun yang dilaluinya, baik berupa tanaman maupun buah-buahan, sehingga seluruh pohon dan tanaman menjadi mati.

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Wednesday, 23 April 2008 )
 
< Prev   Next >