Mutiara 'Ilmu
|
Abdul Qadir Jailani rahimahullah menasihati anaknya: "Janganlah engkau jadikan pikiranmu hanya untuk berfikir tentang makan, minum, pakaian, menikah, dan tempat tinggal. Semua ini adalah keinginan hawa nafsu dan kerakusan. Manakah pikiranmu yang bersumber dari hati? Jadikanlah pikiranmu itu hanya untuk berpikir tentang Rabbmu 'azza wa jalla dan apa yang ada di sisi-Nya." (Uluww al-Himmah, hlm. 77) |
Pengumuman
- Bagi yang mengisi comment ataupun guestbook, diharuskan mencantumkan nama dan identitas. Jika tidak maka comment antum akan saya delete tanpa confirm.
Terima kasih..... - Bagi yang mengisi comment ataupun guestbook, cukup mengisi sekali saja. Karena setiap comment harus dimoderasi, jadi tidak ditampilkan terlebih dahulu. ^_^
Kalender
|
| Mendongkrak Popularitas, Amal pun Layu |
|
|
|
| Written by Andita SB | |||||||
| Tuesday, 22 April 2008 | |||||||
|
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir baik harta mereka maupun anak-anak mereka, sekali-kali tidak dapat menolak adzab Allah dari mereka sedikitpun. Dan mereka adalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. Perumpamaan harta yang mereka nafkahkan di dalam kehidupan dunia ini adalah seperti perumpamaan angin yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa tanaman kaum yang menganiaya diri sendiri, lalu angin itu merusaknya. Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” (QS. ali-Imran : 116 – 117)
Ini, kata Ibnul Qayyim rahimahullah dalam tafsirnya, merupakan perumpamaan yang dibuat Allah ‘azza wa jalla bagi orang-orang yang menafkahkan hartanya bukan untuk ketaatan kepaad Rabbnya dan keridhaan-Nya. Apa yang mereka nafkahkan dari sebagian hartanya itu, agar bisa mendongkrak nama mereka, agar mereka dimuliakan, mendapat sanjungan dan namanya selalu diingat, mereka tidak bermaksud untuk mencari wajah Allah ‘azza wa jalla, dan bahkan apa yang mereka nafkahkan itu untuk menghalangi manusia dari jalan Allah subhanahu wa ta’ala dan mengikuti Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, diserupakan Allah subhanahu wa ta’ala dengan tanaman yang ditanam seseorang, dengan harapan dia akan memetik hasilnya. Sayangnya, tanaman itu dihembus angin yang mengandung hawa sangat dingin, yang karena dinginnya bisa merusak apapun yang dilaluinya, baik berupa tanaman maupun buah-buahan, sehingga seluruh pohon dan tanaman menjadi mati.
Powered by !JoomlaComment 3.21
3.21 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| Last Updated ( Wednesday, 23 April 2008 ) | |||||||
| < Prev | Next > |
|---|
Data PengunjungIP Kamu 38.103.63.58 Browser Sistem Operasi |











