Pengumuman
- Diperbolehkan bagi temen-temen untuk mengutip seluruh isi artikel di dalam situs ini untuk tujuan kebaikan dan WAJIB untuk mencantumkan NAMA PENULIS dan SUMBERNYA.
- Bagi yang mengisi comment ataupun guestbook, diharuskan mencantumkan nama dan identitas. Jika tidak maka comment kamu akan saya delete tanpa konfirmasi.
- Bagi yang mengisi comment ataupun guestbook, cukup mengisi sekali saja. Karena setiap comment harus dimoderasi, jadi nggak ditampilkan terlebih dahulu.
- Buat teman-teman yang ingin buat blog sendiri, kami juga menawarkan Hosting Gratis. So, buat yang pengen apply, silahkan pelajari lebih lanjut dengan membuka menu : Hosting Gratis pada menu di atas/
Mutiara 'Ilmu
| Dari Asad, dia berkata: "Jika Syadad bin Aus akan merebahkan tubuhnya diatas pembaringan, maka tingkahnya seperti sebutir biji yang diletakkan diatas wajan penggorengan. Dia berkata: 'Ya Allah, seseungguhnya bayangan neraka membuatku susah tidur.' Akhirnya ia kembali bangkit dari tempat tidur untuk kemudian mengerjakan shalat sunnah." (Shifatush Shafwah I/709) |
| Jangan Asal Kasih Nama...!! |
|
|
|
| Written by Rizki Aji | |||||||
| Friday, 18 April 2008 | |||||||
|
Udah gak jadi sesuatu yang basi lagi kalo fenomena sekarang banyak orang punya nama aneh-aneh. Hal ini disebabkan mungkin dulu orang tuanya punya semangat tinggi agar nanti si anak punya nama yang ‘dirasa’ atau ‘dianggap’ bagus dan mengikuti perkembangan jaman, juga sekaligus enak didenger sekaligus trendi. Para ortu memberikan nama anak di jaman kini pun lebih heboh lagi, yang awalnya mungkin manusia dahulu gak terpikirkan ngasih nama anak dengan kalimat, sekarang justru malah merebak dimana-mana. Orang-orang bilang namanya punya ‘taste’ tersendiri, juga menyimbolkan bahwa kesan pertama yang terlintas ia berasal dari keluarga yang terpuji dikarenakan namanya yang punya arti dalam dan makna yang dahsyat walaupun gak sedikit juga yang tau kalo nama-nama itu diambil asal copy paste dari buku-buku yang marak menyajikan nama-nama indah buat si anak.
Sebagian besar justru dilakukan sama mereka-mereka kaum muslimin sebagai agama terbesar dan terbanyak pemeluknya di Indonesia. Sungguh aneh sih jika seandainya orang dulu yang lebih punya pengalaman dan lebih punya pemahaman tinggi kalo misalkan ngedenger nama-nama anak jaman sekarang, karena buat mereka nama anak harus dibuat se-simpel mungkin. Oleh karena itu jangan ketawa kalo ada orang yang punya nama cuman Susilo, Ngatiyem, atau Bejo. Namun dijaman sekarang nama-nama begituan dah gak jamannya lagi, sebagian besar masyarakat di bumi pertiwi ini lebih cozy (nyaman) kalo pake nama yang panjangnya kayak kereta atau beratnya kayak truk kontainer. Salahnya lagi ketika waktu kecil si anak pake nama yang panjangnya kayak kereta atau beratnya kayak truk kontainer jadi penyebab timbulnya masalah jika akhirnya si anak menjadi sakit-sakitan, bahkan muncul istilah gak bawa hoki dari nama tersebut. Padahal tuh ortu sadar yang ngasih nama kemaren-kemaren dia, eh sekarang pas giliran ada sakit anaknya malah nyalahin nama tuh anak. Cape deh… Kalo dah kayak diatas lagi-lagi kudu ngejalanin prosesi tradisi warisan leluhur buat ngganti nama anaknya jadi lebih pas. Mulai deh keluar duit lagi buat ngganti akte kelahiran ma bikin bubur merah putih. Makanya jangan kasih nama anak seenak perut dan asal ngejeplak tanpa mikir dengan matang. Khan ada tuh iklan yang bilang “Buat anak coba-coba.” Sebenernya buat para ortu muslim dimanapun anda berada, Islam telah mengatur segalanya dengan mudah dan bernilai indah. Jangan salah juga kalo nama anak bisa jadi doa tersendiri bagi anak tersebut seandainya nama tersebut mengandung doa kayak Abdul Wahhab alias hamba-Nya yang Maha Pemurah, dan semisalnya. Oleh karena itu jangan gampang terpengaruh sama ucapan seorang penyair Prancis yang bilang mungkin lagi dalam keadan gak sadar sebuah ucapan “Apalah artinya sebuah nama.” Ketahuilah bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alayhi wa sallam telah bersabda “Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama kalian dan nama bapak-bapak kalian maka perbaikilah nama-nama kalian.” (HR. Abu Daud). Oleh karena itu hendaklah para ortu ngasih nama anaknya dengan penuh keindahan dan memiliki arti yang sangat baik. Bukan asal yang penting keren dan bernilai seni, maka berbondong-bondonglah di saat ini orang-orang memberikan nama anaknya bergaya luar negeri padahal makan keju aja belon pernah, dan juga seandainya mereka tahu di luar negeri sendiri nama anak yang diberikan oleh ortunya gak sampe sepanjang di Indonesia, mereka terbiasa pake nama dengan dua kata, kata pertama untuk namanya si anak itu sendiri dan nama kedua itu biasanya adalah nama keluarga. Bahkan juga saking ribet nantinya diantara mereka para ortu luar negeri Cuma kasih nama anaknya sama dengan nama bapaknya hanya saja diakhir nama ditambahkan Jr atau singkatan dari Junior. Seandainya mereka mengetahui bahwa dalam Islam nama yang paling baik itu adalah sebagaimana disabdakan oleh Rasululah shalallahu ‘alayhi wa sallam yakni, “Sesungguhnya nama kalian yang paling dicintai oleh Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman.” (HR. Muslim).dan Rasulullah juga bersabda, “Sesungguhnya nama kalian yang paling bagus adalah Abdullah, Abdurrahman, dan Al Harits.” (HR. Ahmad). Tapi buat ortu sekarang nama kayak gitu udah ketinggalan jaman, bisa-bisa si anak nanti jadi bahan ejekan dan gurauan. Hal ini gak ada melainkan terdorong oleh ketidak-tahuan mereka akan ilmu Islam yang benar dan ketidak percayaan diri mereka para ortu, juga mereka lebih senang jika baik dalam pandangan manusia lebih besar dibandingkan baik dalam pandangan Allah azza wa jalla. Sehingga budaya yang muncul ortu sekarang lebih suka jaim (jaga image) dan carmuk (cari muka). Ada juga para ortu yang memberikan nama kepada anaknya didasari pada peristiwa tertentu disaat anaknya lahir misal si anak lahir sedang ada petir maka dikasihlah nama Guntur, atau juga ortu ngasih nama anaknya didasari ma waktu tertentu kayak semisal dilahirkan bulan Agustus dinamakanlah anaknya Agustian, atau juga diberikan nama kepada anak sesuai dengan dimana tempat ia dilahirkan seperti Hermina karena si ibu melahirkan di Rumah Bersalin Hermina, atau lebih parah lagi nama anak disandarkan dengan obsesi ortunya ketika dahulu yang belon kesampaian seperti ortu dulu pengen jadi wartawan maka anaknya dikasih dengan nama Wartawan, dan ada juga yang nekat ngasih nama ke anak secara berlebihan semisal Hartawan atau Dermawan. Benar-benar sempurna hidup di negeri tercinta ini, semua serba ada! Dari Abu Ishaq dari Hani’ bin Hani’ dari Ali berkata, “Ketika Al Hasan lahir, saya memberi nama Harb. Maka Nabi datang lalu bersabda: ‘Coba bawa kemari cucuku dan kalian beri nama siapa?’ Kami berkata, ‘Kami beri nama Harb.’ Beliau bersabda. ‘Bahkan nama dia adalah al-Hasan.’ Dan ketika Al Husain lahir aku beri nama Harb maka beliau shalallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, ‘Bahkan dia bernama al-Husain.’ Dia berkata, ‘Ketika anakku yang ketiga lahir maka aku beri nama Harb.’ Maka Nabi bersabda, ‘Coba bawa kemari cucuku dan kalian beri nama siapa?’ Kami berkata , ‘Harb’. Beliau shalallahu ‘alayhi wa sallam bersabda ‘Bahkan dia Muhsin,’ Kemudian Beliau bersabda, ‘Sesungguhnya aku memberi nama mereka dengan nama anak-anak Harun yaitu Bisyr, Basyir, dan Mubasyir’.” (HR. Ahmad). Perhatikanlah bahwa alangkah inginnya seorang Ali bin Abi Thalib sang menantu Rasulullah shalallahu ‘alayhi wa sallam memberikannya dengan nama Harb namun Rasulullah tidak menyetujuinya dan memberikan nama kepada cucu-cucunya tersebut dengan penamaan yang baik. Dan tak jarang pula dalam beberapa riwayat, Rasulullah shalallahu ‘alayhi wa sallam mengganti nama seseorang sebagaimana sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud, “Nabi merubah nama yang tidak bagus seperti Ashi, Aziz, Ghaflah, Syaithan, Hakam, Gharabah, Syihab, dan merubah Harb (perang) dengan Aslam (tunduk), serta merubah nama Mudhaji’ (terlentang) dengan nama Munbaits (semangat). Begitu juga Bumi yang hijau dan pepohonan yang banyak dan lembah yang bernama Dhalalah (kesesatan) dirubah dengan nama lembah Hidayah (petunjuk), serta anak-anak zina diberi sebutan anak-anak Rusdah yang berarti anak-anak lurus.” Mulailah dari sekarang untuk memberikan nama-nama yang indah kepada anak, agar nantinya tidak menyesal. Jangan diberikan penamaan yang berat seperti truk kontainer dan sepanjang kereta antar propinsi. Maka Allah subhanahu wa ta’ala juga memerintahkan kepada setiap hamba agar berdoa dan memohon ampun ataupun pertolongan dengan menggunakan nama-nama Allah yang indah dan bagus (Asmaul Husna), dan Allah membenci orang-orang yang memberikan penamaan buruk tentang Allah azza wa jalla., sebagaimana firman Allah : “Hanya milik Allah asmaa-ul husna, Maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya, nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al A’raaf : 180). Wallahu ‘alam bi shawwab
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| Last Updated ( Wednesday, 23 April 2008 ) | |||||||
| < Prev | Next > |
|---|








orang