Sobat Muda

NOTE: To use the advanced features of this site you need javascript turned on.

Home

Pengumuman

  • Diperbolehkan bagi temen-temen untuk mengutip seluruh isi artikel di dalam situs ini untuk tujuan kebaikan dan WAJIB untuk mencantumkan NAMA PENULIS dan SUMBERNYA.
  • Bagi yang mengisi comment ataupun guestbook, diharuskan mencantumkan nama dan identitas. Jika tidak maka comment kamu akan saya delete tanpa konfirmasi.
  • Bagi yang mengisi comment ataupun guestbook, cukup mengisi sekali saja. Karena setiap comment harus dimoderasi, jadi nggak ditampilkan terlebih dahulu.
  • Buat teman-teman yang ingin buat blog sendiri, kami juga menawarkan Hosting Gratis. So, buat yang pengen apply, silahkan pelajari lebih lanjut dengan membuka menu : Hosting Gratis pada menu di atas/

Mutiara 'Ilmu

al-Mubarrad berkata: "Telah dikatakan kepada al-Hasan bin Ali bahwa Abu Dzar berkata: "Kefakiran lebih aku sukai daripada bergelimang harta. Sakit lebih aku senangi daripada sehat." Lantas al-Hasan berkata: "Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada Abu Dzar. Adapun aku maka akan berkata 'Barangsiapa bertawakkal kepada sesuatu yang telah menjadi pilihan Allah baginya, maka dia tidak akan pernah berangan-angan mendapatkan sesuatu. Inilah sebenarnya pengertian ridha terhadap takdir yang ditentukan oleh Allah." (Siyar A'lam An Nubala' III/262)
 

Admin


asb_kppsi

albykazi

didit_fitriawan

Kalender

 
Saturday
July
2010
31
 
Jangan Sesali Kehadirannya PDF Print E-mail
User Rating: / 1
PoorBest 
Written by M. Bahron   
Friday, 18 April 2008
 
Di masa jahiliyah, memperoleh atau melahirkan anak perempuan merupakan aib atau sesuatu yang sangat memalukan, padahal Allah ta’ala mencela perbuatan orang-orang jahiliyah itu melalui firman-Nya, “Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)?. Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.” (QS. an-Nahl : 58-59)

Ada juga yang mengubur hidup-hidup, padahal hal itu merupakan dosa besar, Allah ta’ala berfirman, “Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh.” (QS. at-Takwir : 8-9)

Padahal Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, "Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.” (QS. al-Israa' : 31)

Selain Mendidik, anak perempuan mempunyai keutamaan, diantaranya, dari Anas bin malik, dia berkata bahwa rasulullah bersabda, ”Barangsiapa mengasuh dua orang anak perempuan sehingga berumur baligh, maka dia akan datang pada hari kiamat kelak, sedang aku dan dirinya seperti ini.” dan beliau menghimpun kedua jarinya.” (HR. Muslim)

Dari ’Aisyah, dia berkata, ”Ada seorang wanita yang masuk menemuiku dengan membawa dua orang anak perempuan untuk meminta-minta, tetapi aku tidak mempunyai apa-apa kecuali hanya satu butir kurma. Lalu aku memberikan kurma itu untuk kedua anak perempuannya sedang dia sendiri tidak ikut memakannya. Lantas, wanita itu bangkit dan keluar. Kemudian Nabi datang kepada kami, maka aku ceritakan peristiwa itu kepada beliau, maka beliau pun berkata, ”Barangsiapa yang diuji dengan anak-anak perempuan, lalu dia mengasuhnya dengan baik, maka anak-anak perempuan itu akan menjadi tirai pemisah dari api Neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim)   

Dari 'Uqbah bin ’Amir, dia berkata, aku pernah mendengar Rasulullah bersabda, ”Barangsiapa memiliki tiga orang anak perempuan, lalu dia bersabar dalam menghadapinya serta memberikan pakaian kepadanya dari usahanya, maka anak-anak itu akan menjadi dinding pemisah baginya dari siksa neraka.” (HR. Bukhari dalam al-Adaabul Mufrad dan hadits ini shahih)

Dan bagi seorang yang tidak menyukainya Allahu ta’ala berfirman, ” Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. an-Nisaa’ : 19)

”Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. al-Baqarah : 216)

Dan banyak orang yang menamakan kunyahnya atau mempersiapkan nama dengan nama anak laki-laki (wallahu’alam) padahal belum tentu laki-laki yang Allah berikan, persis seperti yang terjadi pada seseorang yang  sudah mempersiapkan nama laki-laki, qadarallah perempuan yang Allah berikan, akhirnya selama beberapa hari ga ada nama, tapi akhirnya mempunyai nama juga..Alhamdulillah...

Jika semua orang menginginkan anak laki-laki........ lalu ana ama siapa???

NB : bukan berarti keinginan mempunyai anak laki-laki dilarang, cuman kadang2 ada yg menyesali nya ketika yang dilahirkan anak perempuan..Wallahu ’alam.



Ditempat kerjaqu
17.39 – 28/11/07

Comments
Add New Search
andita_sb     |SAdministrator |2008-04-18 00:31:13
Quote:
Jika semua orang menginginkan anak laki-laki........ lalu ana ama siapa???


anta ya sama akhwat....!!!
tenang aja, adalah sunnatullah kalo
cewek bakal lebih banyak daripada cowok...
Ibnu Heru     |125.160.234.xxx |2008-04-20 01:59:26
barakallohufiika akh bahron..ditambah lagi apresiasinya karyanya..
andita_sb     |SAdministrator |2008-04-20 03:46:04
yups bener Ji..., ternyata temen-temen yang lain punya bakat terpendam.. Ayo,
siapa lagi yang nyusul
almutanabbi  - re:     |221.132.227.xxx |2008-04-22 22:41:06
Dan banyak orang yang menamakan kunyahnya atau mempersiapkan nama dengan nama
anak laki-laki. wallahu a'lam
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Wednesday, 23 April 2008 )
 
< Prev   Next >