Sobat Muda

NOTE: To use the advanced features of this site you need javascript turned on.

Home

Pengumuman

  • Diperbolehkan bagi temen-temen untuk mengutip seluruh isi artikel di dalam situs ini untuk tujuan kebaikan dan WAJIB untuk mencantumkan NAMA PENULIS dan SUMBERNYA.
  • Bagi yang mengisi comment ataupun guestbook, diharuskan mencantumkan nama dan identitas. Jika tidak maka comment kamu akan saya delete tanpa konfirmasi.
  • Bagi yang mengisi comment ataupun guestbook, cukup mengisi sekali saja. Karena setiap comment harus dimoderasi, jadi nggak ditampilkan terlebih dahulu.
  • Buat teman-teman yang ingin buat blog sendiri, kami juga menawarkan Hosting Gratis. So, buat yang pengen apply, silahkan pelajari lebih lanjut dengan membuka menu : Hosting Gratis pada menu di atas/

Mutiara 'Ilmu

Dari Asad, dia berkata: "Jika Syadad bin Aus akan merebahkan tubuhnya diatas pembaringan, maka tingkahnya seperti sebutir biji yang diletakkan diatas wajan penggorengan. Dia berkata: 'Ya Allah, seseungguhnya bayangan neraka membuatku susah tidur.' Akhirnya ia kembali bangkit dari tempat tidur untuk kemudian mengerjakan shalat sunnah." (Shifatush Shafwah I/709)
 

Admin


asb_kppsi

albykazi

didit_fitriawan

Kalender

 
Sunday
August
2010
01
 
Mengapa Harus Generasi Terbaik? PDF Print E-mail
User Rating: / 2
PoorBest 
Written by Andita SB   
Monday, 14 April 2008
Article Index
Mengapa Harus Generasi Terbaik?
Page 2

Karena itu, untuk menjawab perbedaan yang ada tak ada jalan lain kecuali merujuk kepada pemahaman yang sama, yaitu mengikuti pemahaman generasi terbaik dari umat ini, yaitu salafush-shalih. “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah…” (QS. at-Taubah : 100)

Batasan generasi salaf seperti disebutkan dalam hadits Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, “Sebaik-baik manusia adalah yang hidup di jamanku, kemudian orang-orang yang hidup setelah mereka, kemudian orang-orang yang hidup setelah mereka. Setelah itu datanglah suatu kaum yang kesaksian salah seorang di antara mereka mendahului sumpah mereka dan sumpah mereka mendahului kesaksian mereka.” (HR. Bukhari, Muslim)

Hal inipun diperkuat dengan fiman Allah subhanahu wa ta’ala dalam surat an-Nisa’ ayat 115, “Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.”

Menurut Syaikh Abdul Malik Ramadhan al-Jazairi, disejajarkannya tindakan mengambil jalan yang bukan jalan orang-orang yang beriman dengan tindakan menentang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam karena itu ia berhak mendapat hukum yang sama, yaitu merasakan siksa yang amat pedih seperti yang disebutkan oleh ayat tersebut di atas. Padahal sebenarnya lanjut Syaikh Abdul Malik, tindakan menentang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah cukup untuk mendapat kerugian yang besar.

“Sesungguhnya orang-orang kafir dan (yang) menghalangi manusia dari jalan Allah serta memusuhi Rasul setelah petunjuk itu jelas bagi mereka, mereka tidak dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun. dan Allah akan menghapuskan (pahala) amal-amal mereka.” (QS. Muhammad : 32)

Sedangkan dalil dari as-Sunnah diantaranya diriwayatkan oleh Abdullah bin Luhay dari Mu’awiyyah bin Abu Sufyan, “Ketahuilah bahwasanya umat sebelum kalin (ahli kitab) terpecah menjadi tujuh puluh dua golongan dan sesungguhnya umat ini akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan; tujuh puluh dua golongan berada dalam neraka dan yang satunya lagi yang berada di surga, yaitu al-Jama’ah.” (HR. Abu Dawud)

Syahid dalam hadits di atas kata Syaikh Abdul Malik adalah diistilahkannya golongan yang selamat (al-Firqatun Najiyyah) dengan sebutan al-Jama’ah serta tidak disebutkannya kaitan jama’ah dengan al-Qur’an dan as-Sunnah, padahal mereka tidak mungkin terlepas dari keduanya. Akan tetapi rahasianya, lanjut Syaikh Abdul Malik adalah untuk mengingatkan kita bahwasanya jama’ah atau golongan yang dimaksud adalah jama’ah yang memahami al-Qur’an dan as-Sunnah serta mengamalkannya sesuai dengan yang dikehendaki Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak ada jama’ah pada waktu itu kecuali shahabat-shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Jika demikian ketika perbedaan pendapat dalam berbagai hal terjadi seperti pada jaman sekarang, maka satu-satunya jalan keluar yang harus ditempuh adalah kembali kepada al-Qur’an dan as-Sunnah menurut pemahaman terbaik dari umat ini yang secara jelas dan nyata telah dijamin oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam surat at-Taubah ayat 100.

Atau seperti yang diungkapkan oleh al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam I’lamul Muwaqqi’in juz 1 no. 49, “Seandainya di dalam al-Qur’an maupun as-Sunnah tidak ada penjelasan mengenai hukum dari perbedaan atau perselisihan ini dan seandainya pula penjelasan ini tidak cukup, maka tidak mungkin kita diperintahkan untuk kembali kepada keduanya, karena tidak mungkin dan tidak masuk akal jika Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kita ketika terjadi perselisihan pendapat untuk kembali kepada sesuatu atau seseorang yang tidak memiliki jalan keluar dari perselisihan tersebut.”

Kini saat yang tepat kita kembali kepada pemahaman yang lurus. Sudahkah kita kembali kepada pemahaman generasi terbaik dari umat ini dalam memahami al-Qur’an dan as-Sunnah?
 
Comments
Add New Search
Rifki   |221.132.231.xxx |2008-04-16 04:35:22
subhanallah..., jazakumullah khairan katsira.

semoga ini bisa menjadi
pembelajaran bagi kita semua dan bisa menumbuhkan kesadaran dalam beragama
kita..
Rahmatulloh   |125.167.122.xxx |2008-08-27 07:46:40
Subhanalloh.

Alhamdulillah. Sudah saatnya umat islam kembali kepada
pemahaman salafus sholih (Pemahaman yang Lurus) yaitu Al-Qur'an
dan As-Sunnah. Agar menjadi generasi terbaik dalam umat ini disisi
Alloh Subhanahu Wata'ala.

Amin, Ya Roobal 'Alamin.
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."



Last Updated ( Wednesday, 23 April 2008 )
 
< Prev   Next >