Pengumuman
- Diperbolehkan bagi temen-temen untuk mengutip seluruh isi artikel di dalam situs ini untuk tujuan kebaikan dan WAJIB untuk mencantumkan NAMA PENULIS dan SUMBERNYA.
- Bagi yang mengisi comment ataupun guestbook, diharuskan mencantumkan nama dan identitas. Jika tidak maka comment kamu akan saya delete tanpa konfirmasi.
- Bagi yang mengisi comment ataupun guestbook, cukup mengisi sekali saja. Karena setiap comment harus dimoderasi, jadi nggak ditampilkan terlebih dahulu.
- Buat teman-teman yang ingin buat blog sendiri, kami juga menawarkan Hosting Gratis. So, buat yang pengen apply, silahkan pelajari lebih lanjut dengan membuka menu : Hosting Gratis pada menu di atas/
Mutiara 'Ilmu
|
Abdul Qadir Jailani rahimahullah menasihati anaknya: "Janganlah engkau jadikan pikiranmu hanya untuk berfikir tentang makan, minum, pakaian, menikah, dan tempat tinggal. Semua ini adalah keinginan hawa nafsu dan kerakusan. Manakah pikiranmu yang bersumber dari hati? Jadikanlah pikiranmu itu hanya untuk berpikir tentang Rabbmu 'azza wa jalla dan apa yang ada di sisi-Nya." (Uluww al-Himmah, hlm. 77) |
Kalender
|
| Ukhti, Tempatmu di Rumah Bukan di Bunderan Hotel Indonesia |
|
|
|
| Written by Rizki Aji | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Wednesday, 02 April 2008 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Ingatlah ayat yang mulia “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu…” (QS Al Maidah : 3). Dan Rasululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam pun telah mengatakan “ Aku telah tinggalkan kamu dua perkara, yang selama-lamanya kamu tidak akan pernah tersesat selama kamu berpegang dengan keduanya (yaitu): Kitabullah (Al Qur’an) dan Sunnah Nabi-Nya. “ ( HR. Imam Malik, hadist ini memiliki sanad yang dhaif karena mu’dhal –ada dua orang rawi yang gugur secara berturut-turut-. Tetapi hadist ini shahih karena telah datang beberapa syawahidnya dari hadist Ibnu Abbas, ‘Amr bin Ahwash dan Abu Hurairah. Lihat pula di kitab Ust. Abdul Hakim bin Amir Abdat “ Lau Kaana Khairan Lasabakuunaa Ilaihi ”, hal 21-22). Alloh telah melindungi dan menyayangi wanita yang benar dan baik, seperti dalam firman-Nya “Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An Nur : 4) dan Alloh akan memberikan laki-laki yang baik untuk wanita yang baik-baik pula didalam Al Qur’an disebutkan “…dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)…” (QS. An Nur : 26) Akhir-akhir ini seringkali kita melihat dengan mudahnya sebagian orang yang tergolong muslim menuntut hak-hak dan aspirasi mereka dengan turun ke jalan, mereka melakukan aksi long march, aksi sejuta ummat, aksi pemantau dan pengawas, aksi solidaritas dan kepedulian, dan aksi-aksi lainnya. Sebagian diantara mereka menganggap bahwa dengan turun ke jalan ( baca : demonstrasi ) semua urusan akan mudah didengar, efisien, dan efektif. Sebagian pula diantara mereka tidak juga mempertimbangkan kaidah maslahat dan mudharatnya karena telah kadung kesemsem melakukannya, dan banyak pula di antara yang turun ke jalan menyandang predikat sebagai kyai, ustadz, seniman ‘muslim’, dan ‘ intelektual muslim ‘. Demonstrasi, yang pada awal dasarnya merupakan produk murni west country dimana disana menerapkan apa-apa yang dinamakan menjunjung tinggi persamaan HAM ( Hak Asasi Manusia ), keadilan dan kesetaraan gender, pendidikkan bergaya sekuler, prinsip-prinsip egaliter dan berbagai macam atribut lainnya yang pasti shahih bukan berasal dari Islam dan tidak dapat dipaksakan masuk ke dalam Islam walaupun di modifikasi tetap saja dikatakan serigala sekalipun ia berbulu domba. Dan anehnya dengan demokrasi kaum muslimin yang jauh dari ‘ilmu yang haq dan para ‘ulama yang benar pun latah ingin mengambil peran dan kontribusi semaksimal mungkin. Tidak hanya pria tetapi para wanita pun tak mau ketinggalan menyambutnya dengan penuh gegap gempita. Artikel ini secara spesifik ditujukan untuk para akhowat atau al mar’ah yang beberapa diantaranya bahkan sebagian besar saat ini memiliki begitu besar ghirahnya untuk menyelamatkan Islam dan berusaha untuk merengkuh kejayaan ummat kembali. Diantara mereka ( para akhwat ) ada yang tergabung dengan berbagai jemaah dakwah yang menggebu-gebu mengedepankan fiqhul waqi’ ( permasalahan kontemporer ), memperjuangkan amar ma’ruf nahi munkar, sampai ada yang dijadikan komoditas politik oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab tetapi tidak lupa tetap mengatasnamakan Islam. Di dalam tataran ideal seorang muslimah yang beriman seharusnya berada di dalam rumahnya, mereka merawat dirinya, menjaga harta suaminya, mendidik anak-anaknya, dan menyibukkan dirinya dengan dzikir-dzikir yang bermanfaat bagi dirinya. Sebab Alloh telah berfirman “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya…” ( QS. Al Ahzab : 33 ). Dan Firman Alloh, "Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh Karena Allah Telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan Karena mereka (laki-laki) Telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. sebab itu Maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri. ketika suaminya tidak ada, oleh Karena Allah Telah memelihara (mereka). wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya Maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, Maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha besar". ( QS. An Nisa : 34 ) Dalam hal itu bukan berarti pula seorang wanita tidak diperbolehkan untuk keluar rumah secara mutlaq, sebagaimana keumuman sabda Nabi Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam pada Umar tentang istri-istrinya ketika akan buang hajat, : "Telah diijinkan bagi kalian untuk keluar rumah karena sebuah kebutuhan."(Muttafaqun 'Alaihi). Dan juga Rasululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda "Janganlah kalian melarang budak wanita mendatangi masjid." (HR. Bukhari). Tentunya alasan yang menyebabkan seorang wanita keluar rumahnya haruslah dengan alasan syar’i, seperti membantu tetangga yang akan melaksanakan walimah, membeli urusan dapur, menuntut ilmu syar’i, hendak melaksanakan shalat berjamaah, dan segala hal lainnya yang sesuai dengan syari’at juga mengetahui batasan-batasannya. Adapun saat ini disebagian para mar’ah muslimah tidak lagi memperhatikan hal ini, mereka dengan seenaknya khuruj dari rumah tanpa ada alasan syar’i dan hajat yang sangat mendesak yaitu demonstrasi, entah hal tersebut merupakan sunnah darimana dan bagaimana mereka bisa menutup mata terhadap fenomena yang sangat urgen dengan terbengkalainya hal-hal yang sangat diwajibkan, diantaranya ialah :
Demikianlah beberapa hal yang dapat dituliskan dalam artikel ini semoga dapat memberikan secercah pengarahan dan bimbingan kepada wanita muslimah dan memperingatkan dari demonstrasi maupun keluar rumah tanpa uzur syar’i “ Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.” ( Adz Dzariyat : 55 ), dan tulisan ini sebagai bentuk saling tolong menoloh diantara sesama muslim “…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya “ ( QS. Al - Maidah : 2 ). Dan ingatlah wahai ukhti muslimah bila engkau akan merubah sesuatu lakukanlah hal itu dari dirimu terlebih dahulu “ …. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” ( QS. Ar Ra’d : 11 ) juga firmanNya “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” ( QS. At Tahrim : 6 ), dan janganlah tergesa-gesa (isti’jal) dalam melakukan sesuatu. Karena muslimah adalah mutiara, dia berbeda dengan wanita lainnya. Ia akan semakin berharga jika berada pada lautan yang lebih dalam dan semakin dalam sehingga kilauannya bersinar dengan sempurna. Terlalu sulit untuk menemukan mutiara tersebut bagi mereka yang tak pernah mengetahuinya dan mengambilnya kecuali yang mengetahui rahasianya. Ukhti Muslimah / Ummahat rumah kalian bukanlah hotel prodeo terlalu luas bila engkau mengetahuinya akan manfaat terhadap dirimu, dan akan sangat banyak faedah yang kan kau ambil bila saja engkau tetap di rumah. Ingatlah diluar terlalu banyak jeratan syaithan yang akan menerkammu, ribuan pasang mata yang memperhatikan dirimu, ratusan mulut akan berbicara tentang dirimu, sikapmu, dan cara berpakaianmu yang berbeda dengan mereka sehingga fitnah semakin melanda. Sehingga kami katakan “ Ukhti Tempatmu di Rumah bukan di Bunderan HI (Hotel Indonesia ) “
*insert gambar di grab dari : http://www.ummah.net/islam/nusantara/foto/demojilb.gif
الله المستعان Abu Yahya Al-Bykazi / Mahasiswa Pengembangan Masyarakat Islam / Fakultas Dakwah dan Komunikasi / Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatulloh Jakarta / 2004 – 2005 /
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Last Updated ( Thursday, 03 April 2008 ) | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| < Prev | Next > |
|---|



Tulisan ini bukan dibuat untuk mengkritisi beberapa gerakan islam yang seringkali mengerahkan kekuatan para wanitanya (baca : para akhowat / al-mar’ah) untuk berdemonstrasi turun ke jalan, tulisan ini bukan pula dibuat untuk mengatakan berarti seorang wanita tidak boleh bepergian ke manapun, tulisan ini bukanlah berkecimpung ke dalam wawasan fiqh walaupun nantinya anda menemuinya, tetapi tulisan ini hanya menuliskan untuk kita bersama berintrospeksi sudah benarkah yang kita lakukan selama ini dalam memahami islam yang bersama kita akui bahwa islam adalah ad-din yang mulia




orang




