Pengumuman
- Diperbolehkan bagi temen-temen untuk mengutip seluruh isi artikel di dalam situs ini untuk tujuan kebaikan dan WAJIB untuk mencantumkan NAMA PENULIS dan SUMBERNYA.
- Bagi yang mengisi comment ataupun guestbook, diharuskan mencantumkan nama dan identitas. Jika tidak maka comment kamu akan saya delete tanpa konfirmasi.
- Bagi yang mengisi comment ataupun guestbook, cukup mengisi sekali saja. Karena setiap comment harus dimoderasi, jadi nggak ditampilkan terlebih dahulu.
- Buat teman-teman yang ingin buat blog sendiri, kami juga menawarkan Hosting Gratis. So, buat yang pengen apply, silahkan pelajari lebih lanjut dengan membuka menu : Hosting Gratis pada menu di atas/
Mutiara 'Ilmu
| Abdul Aziz bin Umar berkata, Ayahku pernah berkata: "Anakku, jika engkau mendengar ucapan dari seorang muslim, maka janganlah memahaminya secara negatif selama masih ada kemungkinan untuk dipahami secara positif." (Hilyatul Auliyaa 5/278) |
| Wali Mencari Jodoh |
|
|
|
| Written by Andita SB | |||||||
| Wednesday, 26 March 2008 | |||||||
|
Tabu bila seorang wali mencari jodoh untuk putrinya. Dituding kembali ke eranya Siti Nurbaya lagi. Jadi?
Yang banyak terjadi sekarang adalah seorang remaja putri atau putra mencari jodoh sendiri. Seolah lakon dijodohkan seperti dalam kisah Siti Nurbaya itu sesuatu yang tak musim lagi di kalangan anak muda modern. Kuno, begitu seloroh mereka dengan serius. Pernah sebuah koran terbitan Jakarta memberitakan tentang sepasang muda-mudi yang masih berumur belasan tahun melakukan hubungan layaknya suami istri dengan ditonton oleh teman-temannya, lengkap dengan pasangannya masing-masing. Apa yang terjadi? Teman-temannya pun mengajak pasangannya masing-masing untuk melakukan hubungan serupa. Mereka memang berpacaran, malah banyak di antara mereka berpacaran masih dalam hitungan jari lamanya. Na’udzubillahi min dzalik… Entah bagaimana sikap orang tua mereka. Ada yang berdalih mencari identitas diri, “Biarlah, mereka kan masih muda, masih mencari identitas diri,” tutur seorang bapak tanpa merasa berdosa. Ada pula yang aji mumpung, “Mumpung masih muda, berbuatlah sesuka hatimu, asal suka sama suka,” ungkap bapak dua anak yang lain.
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| Last Updated ( Thursday, 12 June 2008 ) | |||||||
| < Prev |
|---|







orang