Mutiara 'Ilmu
|
Ibnu Uyainah berkata bahwa Ayyub pernah mengatakan: "Sungguh, bila aku mendengar berita kematian seseorang dari kalangan Ahlu Sunnah, maka seolah-olah ada anggota tubuhku yang tanggal." (Hilyatul Auliyaa' 3/9) |
Pengumuman
- Bagi yang mengisi comment ataupun guestbook, diharuskan mencantumkan nama dan identitas. Jika tidak maka comment antum akan saya delete tanpa confirm.
Terima kasih..... - Bagi yang mengisi comment ataupun guestbook, cukup mengisi sekali saja. Karena setiap comment harus dimoderasi, jadi tidak ditampilkan terlebih dahulu. ^_^
| Dajjal, Sekadar Simbol atau Fakta |
|
|
|
| Written by Andita SB | |||||||
| Wednesday, 26 March 2008 | |||||||
|
Seorang khatib Jum’at di sebuah masjid dengan lantang mengatakan, sebuah negara di benua Amerika sebagai dajjal. Dajjal itu symbol kezhaliman katanya berapi-api “membakar” jama’ah. Mayoritas jama’ah pun mengangguk sebagai tanda persetujuan atas pernyataan khatib yang sangat agitatif itu. Sedikit sekali, bahkan hanya dalam hitungan jari, jama’ah yang menggelengkan kepala.
Pendapat senada tentang simbolisasi Dajjal dengan kezhaliman, kerusakan dan sebagainya memang sangat santer terdengar di belahan bumi nusantara. Seorang profesor dari sebuah perguruan tinggi pun dengan lantang mengamini pendapat tersebut. Simak pendapat al-Maududi seperti dituturkannya dalam Rasail wa Masail halaman 57, ”Rasulullah menganggap bahwa Dajjal akan keluar di masa beliau atau dekat dengan masa beliau. Namun, anggapan ini telah lewat 1350 tahun silam lamanya dan beberapa abad yang panjang, tetappi Dajjal juga belum keluar. Maka anggapan Nabi itu tidak benar.” Masih menurut al-Maududi, ”Seluruh riwayat dan hadits seputar Dajjal ternyata hanyalah logika dan pendapat beliau saja, yang mana beliau sendiri ragu akan hal itu.” Sedangkan Muhammad Abduh dalam tafsir al-Manar III/317 mengatakan, ”Bahwa Dajjal adalah simbol khurafat, kebohongan dan kerusakan.” pendapat senada dikemukakan oleh Muhammad Fahim Abu ’Ubbiyah. Hal ini sangat mirip dengan apa yang diungkapkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam al-Musnad I/24, ad-Dani dalam al-Fitan II/23 serta dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Qishashatul al-Masih halaman 30, ”Ketahuilah bahwa akan ada suatu kaum setelah kalian yang mendustakan hukum rajam, Dajjal, syafa’at, siksa kubur, dan dikeluarkannya suatu kaum dari Neraka setelah hitam kelam.” Jadi tak aneh bila pendapat di atas sangat mengemuka bahwa Dajjal itu tak lebih dari simbol kezhaliman dan kerusakan. Padahal Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengatakan yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, ”Tidak ada seorang Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pun kecuali telah memperingatkan ummatnya dari Dajjal yang buta. Ketahuilah bahwa Dajjal itu buta sedangkan Rabb kalian tidaklah buta dan Dajjal tertulis di antara kedua matanya ’Kafir’.” (HR. Bukhari no. 7131 dan Muslim no. 2933) Tiga tahun sebelum kemunculan Dajjal, kata Syaikh al-Albani dalam Qishashatul al-Masih halaman 26, manusia ditimpa kelaparan yang sangat. Tahun pertama, Allah memerintahkan langit agar menahan sepertiga hujannya, menyuruh bumi agar menahan sepertiga tumbuhannya. Pada tahun kedua, Allah memerintahkan langit agar menahan dua pertiga hujannya, lalu menyuruh bumi menahan dua pertiga tumbuhannya. Kemudian tahun ketiga, Allah menyuruh langit menahan seluruh hujannya, dan menyuruh bumi menahan seluruh tumbuh-tumbuhannya. Sehingga tumbuh-tumbuhan hijau sama sekalu tidak tumbuh dan tidak ada seekor binatang pun melainkan mati, kecuali yang dikehendaki Allah. Apa yang dapat menghidupkan manusia pada saat itu? Jawabnya, ”Bacaan tahlil, takbir, tasbih dan tahmid, dan itu berfungsi seperti makanan bagi mereka.” Menurut hadits Muslim, Dajjal akan muncul dari belahan timur yang bernama Khurasan, dari arah Khallah yang terletak antara Syam dan Irak. Ia akan membuat kerusakan ke arah kanan dan ke arah kiri. Awal kemunculannya mengklaim sebagai Nabi dan tidak ada Nabi setelahnya. Dajjal akan tinggal di bumi selama 40 hari, sehari seperti setahun, sehari seperti sebulan, sehari seperti sepekan, kemudian hari berikutnya seperti hari-hari biasa. Kemunculannya seperti diriwayatkan oleh Ahmad dalam al-Musnad, Muslim, Abu Dawud dan yang lainnya, ketika manusia berselisih pendapat dan berpecah belah, saling dengki, semangat keagamaan lemah, hubungan antara yang satu dengan yang lain memburuk, serta saat orang-orang Romawi tiba di al-A’maq atau di Dabiq untuk menghadapi pasukan terbaik kaum muslimin saat itu. Sedangkan kecepatan Dajjal di atas bumi, menurut hadits Muslim no. 1252 seperti hujan yang dihembuskan angin. Kapan Dajjal Muncul Dajjal pasti akan muncul di tengah-tengah manusia. Sesungguhnya kemunculannya adalah benar. Adapun mengenai kemunculannya sudah dekat, maka sebagaimana dikatakan al-Bazzar dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu adalah segala sesuatu yang akan tiba adalah dekat. Ia akan muncul, sebagaimana yang diriwayatkan Muslim VIII/194 dan Ibnu Hibban dalam ash-Shahih; karena ada sesuatu yang membuat dia marah dan ia tidak akan muncul, sebagaimana yang disebutkan oleh ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir XX/401/953, sehingga harta warisan tidak dibagikan dan orang tidak merasa gembira mendapat harta rampasan perang. Pendukung Dajjal Paling tidak ada tiga kelompok yang secara dominan pendukung Dajjal. Siapakan mereka? Mereka adalah Yahudi Ashbahan, kaum wanita, dan kelompok Khawarij. ”Akan mengikuti Dajjal tujuh puluh ribu Yahudi Ashbahan, mereka mengenakan jubah.” (HR. Muslim no. 2944). Disebutkannya Yahudi Ashbahan (Iran) secara khusus, menurut Syaikh Salim bin ’Id al-Hilali dalam kasetnya Syarh Ushul Sunnah Imam Ahmad bin Hanbal no. 9, karena hubungan yang sangat erat antara Yahudi dengan Syi’ah. Sejarah mencatat bahwa kaum Syi’ah sepanjang masa selalu membantu kaum Yahudi untuk menghancurkak kaum muslimin, tidak seperti yang sering digambarkan oleh media sekarang yang menggambarkan kaum Syi’ah mengusir Yahudi dan memerdekakan negeri dari Yahudi. Sedangkan kelompok pendukung kedua, adalah kaum wanita berdasarkan hadits dari Imam Ahmad VII/190 dengan sanad shahih dari Ibnu Umar bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, ”Dajjal akan turun ke Mirqomah dan mayoritas pengikutnya adalah kaum wanita, sampai-sampai ada seorang yang pergi ke istrinya, ibunya, saudarinya dan bibinya kemudian mengikatnya karena khawatir keluar menuju Dajjal.” Terakhir kelompok khawarij, ”Akan muncul suatu kelompok yang membaca al-Qur’an tetapi tidak sampai pada tenggorokan mereka. Setiap kali muncul, mereka dibasmi habis hingga keluar pada pasukan besar mereka Dajjal.” (HR. Ibnu Majah no. 174 dan dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam ash-Shahihah no. 2455) Berlindung dari Dajjal Ada beberapa cara agar selamat dari fitnah Dajjal, diantaranya : 1. Membaca sepuluh ayat pertama Surat al-Kahfi, seperti diriwayatkan oleh Imam Muslim no. 809 dari Abu Darda’ t, bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat dari Surat al-Kahfi, maka dia akan dijaga dari fitnah Dajjal.” 2. Membaca do’a ketika duduk tasyahud akhir dalam shalat seperti riwayat Muslim no. 588. Jadi, yang haq bahwa dajjal itu bukan sekadar simbol belaka, namun adalah sebuah realita. Sumber : Qishahatul al-Masih ad-Dajjal wa Nuzuli Isa a'laihissalaam wa Qatlihi Iyyahu, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani
Powered by !JoomlaComment 3.21
3.21 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| Last Updated ( Thursday, 12 June 2008 ) | |||||||
| < Prev |
|---|







