Pengumuman
- Diperbolehkan bagi temen-temen untuk mengutip seluruh isi artikel di dalam situs ini untuk tujuan kebaikan dan WAJIB untuk mencantumkan NAMA PENULIS dan SUMBERNYA.
- Bagi yang mengisi comment ataupun guestbook, diharuskan mencantumkan nama dan identitas. Jika tidak maka comment kamu akan saya delete tanpa konfirmasi.
- Bagi yang mengisi comment ataupun guestbook, cukup mengisi sekali saja. Karena setiap comment harus dimoderasi, jadi nggak ditampilkan terlebih dahulu.
- Buat teman-teman yang ingin buat blog sendiri, kami juga menawarkan Hosting Gratis. So, buat yang pengen apply, silahkan pelajari lebih lanjut dengan membuka menu : Hosting Gratis pada menu di atas/
Mutiara 'Ilmu
| al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata: "Mereka berkata, lidah orang bijak ada dibelakang hatinya. Ketika ingin berkata, ia memikirkan dulu di hatinya. Jika perkataan itu baik, ia mengucapkannya dan jika tidak baik, ia menahan lidahnya. Adapun orang bodoh, hatinya di ujung lidahnya di mana lidahnya tidak kembali ke hatinya. Apa yang ada di lidahnya ia ucapkan semuanya." (Tafsir Ibnu Katsir (III/266) |
| Air Zam – Zam yang Kunjung Datang |
|
|
|
| Written by Didit Fitriawan | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Sunday, 01 November 2009 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
![]()
Bulan Dzulhijjah akan segera tiba. Semua dari kita mungkin telah banyak tahu, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam telah bersabda (yang artinya): “Dua bulan untuk berhari raya tidak berkurang keduanya, Ramadhan dan Dzulhijjah.” (HR Muslim, no. 1089). Kerapkali kita saksikan bahwa di bulan inilah masyarakat islam di seluruh penjuru dunia akan melakukan ibadah haji guna menyempurnakan rukun islam (bagi yang mampu). Karena telah datang dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,“Agama Islam dibangun di atas lima perkara; bersyahadat bahwasanya tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, shaum di bulan Ramadhan, dan berhaji ke Baitullah.” (HR. Al-Bukhari no. 8 dan Muslim no.16) Tak terkecuali bagi kaum muslimin yang di Indonesia, bahkan mungkin salah satu di antaranya adalah ayah bunda kita.
Bagi kaum muslimin yang berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji, mari kita mendoakan atas mabrur-nya haji mereka. Sehingga mereka pulang dengan keadaan selamat dan membawa pahala yang insya Allah, tiada balasan yang sesuai dengannya melainkan surga. Tak hendak saya menuliskan tentang Fiqih Ibadah Haji karena penulis belum memiliki ilmu atasnya. Akan tetapi, penulis mencoba untuk sedikit membuka tabir yang telah menutupi cakrawala ilmu kita tentang sebuah air yang sangat mulia dan memiliki keutamaan. Ya…benar, jika teman – teman mengira air itu adalah AIR ZAM – ZAM maka kalian benar. Seorang sahabat mulia sekaligus saudara sepupu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, Telah bersabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Sebaik-baik air di muka bumi adalah air zamzam…” (HR. Ath-Thabraniy dalam buku Al-Mu’jamul-Kabiir, 11/98). Darimana kata ZAM – ZAM berasal? Kata zamzam menurut orang Arab berarti melimpah dan mengumpul. Ada pula yang berpendapat lain, yaitu karena Hajar ibunda nabi Isma’il mengumpulkannya ketika air tersebut keluar, lalu ia membuat sebuah kolam. Ada juga yang berpendapat lain, yaitu karena suara airnya yang bergemuruh dan meluap-luap ketika keluar. Dan pendapat-pendapat yang lainnya. (diambilkan dari Mu’jamul-Buldaan oleh Al-Hamawiy 3/137) Air ini berasa agak asin, tidak tawar dan tidak pula berasa segar. Entah kenapa air ini berbeda rasa dengan air – air yang lainnya. Namun seorang ulama’ yaitu Imam Zarkasyi menjelaskan dalam buku beliau I’laamus-Saajid bi-Ahkaamil-Masaajid, hal. 206… “Allah mengistimewakannya dengan mengasinkannya agar yang menjadi pendorong dan motivator (dalam meminumnya) adalah karena iman. Andai saja Allah menjadikannya tawar, maka kebutuhan sebagai manusia biasa akan mengungguli imannya saat meminumnya.” Namun dari semua itu, satu keistimewaan dari air zam – zam yang harus kita perhatikan adalah…bahwa air zam – zam itu diminum dengan diiringi kehendak dari si peminumnya. Atau dengan kata lain, air zam – zam itu diminum atas niat peminumnya. Bahkan para ulama panutan kita, menyarankan agar kita memohon berkah kepada Allah ta’ala ketika kita sedang meminum air Zam Zam ini. Telah sampai dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang bersabda : “Air zamzam itu menurut apa yang diinginkan peminumnya” (HR. Ahmad dalam kitab Musnad, 3/357) Ibnu Qayyim al Jauziyyah, seorang ulama besar murid dari Syaikh al Islam Ibnu Taimiyyah menjelaskan bahwa para ulama dan masyarakat muslim yang lainnya-pun telah meminum air zamzam dengan maksud yang berbeda-beda seperti untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat, menghapal hadits, karya yang baik, berobat dari berbagai penyakit, mengetahui suatu kegemaran memanah, sebagai penangkal dahaga pada hari kiamat kelak, serta berbagai manfaat dunia dan akhirat lainnya. Kemudian mereka mendapatkan apa yang mereka minta sesuai dengan niat mereka sebagaimana mereka telah menceritakan dalam kitab dan buku2 mereka. (diambil dari Zaadul-Ma’aad, 4/393) Ya, demikianlah keutamaan dari air zam – zam, kita diperbolehkan untuk meminta apa saja yang kita inginkan kepada Allah ta’ala selagi permintaan itu baik dan tidak dibuat untuk bercanda atau coba – coba saja. (diambil dari Jaami’ li-Ahkaamil-Qur’aan oleh Imam Qurthubi, 9/370) Oleh karena itu, andai suatu saat teman – teman disempatkan oleh Allah ta’ala untuk berkunjung ke rumah saudara, teman atau kerabat yang orang tuanya telah pulang dari Baitullah, kemudian membawa air zam – zam yang disuguhkan kepada kita, maka segeralah iringi air zam – zam yang kita minum dengan mengharapkan kebaikan – kebaikan baik dunia maupun akhirat dari Allah ta’ala, apapun yang kita kehendaki –dalam perkara yang ma’ruf-. Dan bagi kaum muslimin yang pulang dengan membawa air zam – zam, mari kita bagikan air suci tersebut kepada saudara – saudara kita yang bersungguh – sungguh mengharapkan pahala dan kebaikan dari Allah. Dan tak lupa, semoga saya pun mendapatkan dan meminum air zam – zam di musim haji kali ini. ^_^ Walhamdulillahi rabbil ‘alamiin… Selesai ditulis oleh Didit Fitriawan al Fitrah di terik siang Kota Sidoarjo, 13 Dzulqa’dah 1430H/1 Nopember 2009
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Last Updated ( Monday, 02 November 2009 ) | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| < Prev | Next > |
|---|









