Sobat Muda

NOTE: To use the advanced features of this site you need javascript turned on.

Home

Mutiara 'Ilmu

asy-Syaikh Yahya bin Ali al-Hajuri berkata: "Di sebagian negara, ada di antara mereka yang memberikan kepada orang-orang yang sakit berupa hiburan-hiburan, baik itu dengan musik-musik di rumah sakit, atau televisi, atau permainan untuk menghibur mereka, dan ini demi Allah adalah kemudharatan bagi seseorang dan tidak bermanfaat bagi orang-orang yang sehat, tidak pula bagi orang yang sakit. Tidak boleh tolong-menolong dalam perkara dosa dan permusuhan, tidak bersama orang yang sehat dan tidak pula bersama orang yang sakit." (Berbahagialah Muslim Yang Sakit, penerjemah Abu Umar Urwah & Abu Muhammad Farhan, hal. 68. Tasjilat al-Ilmu Yogyakarta)
 

Pengumuman

  • Bagi yang mengisi comment ataupun guestbook, diharuskan mencantumkan nama dan identitas. Jika tidak maka comment antum akan saya delete tanpa confirm.

    Terima kasih.....
  • Bagi yang mengisi comment ataupun guestbook, cukup mengisi sekali saja. Karena setiap comment harus dimoderasi, jadi tidak ditampilkan terlebih dahulu. ^_^

Admin


asb_kppsi

albykazi

didit_fitriawan

Kalender

 
Thursday
November
2008
20
 
Teruntuk Saudaraku Mahasiswa PDF Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Written by Didit Fitriawan   
Saturday, 05 July 2008

        Pada tanggal 24 Juni 2008, kota Jakarta seakan menjadi saksi begitu hebatnya anak negeri ini dalam mengukir anarki walaupun sebelumnya kehebohan pernah terjadi saat kudeta pemerintahan sah beberapa tahun silam. Mahasiswa ridak selamanya identik dengan prestasi sebagai mana para siswa SMA yang menembus olimpiade berbagai bidang tingkat dunia. Sedangkan mahasiswa sangat sedikit dari mereka yang mengukir prestasi. Sebab lingkungan dan pola pendidikan yang berubah serta kedisiplinan berbeda telah kemali membentuk corak berfikir menjadi paternalistik, egosentris, arogan, ekspresif, unlimited (nah lho...ngerti gak tuh bahasanya??),

 
 

Tindak anarki belakangan ini menjadi sebuah fenomena tersendiri bagi kawan-kawan mahasiswa. Bagi mereka cara halus sudah tidak memberikan solusi jitu untuk kesejahteraan rakyat. Namun sejatinya aksi demonstrasi yang bagi kawan-kawan mahasiswa sebagai alternatif penyaluran aspirasi selain bermain di media ialah orasi. Tak ayal cara ini merupakan langkah konkrit dengan daya dobrak sangat ekstra. So, jangan heran bila akhirnya dari orasi menjadi anarki dan chaos sekalipun hal tersebut murni bukan mahasiswa yang melakukan. Banyak pihak yang menyesalkan aksi penuh anarki ini. Berbagai tindakan tidak bermanfaat yang cenderung merusak, telah mereka lakukan, walaupun perbuatan itu sama sekali tidak pantas dilakukan oleh seorang mahasiswa yang mengaku sebagai agent of change, social control, iron stock dan moral force.

Diantara tindakan anarki dan tidak bermanfaat yang mereka lakukan adalah sebagai berikut…

  1. Menutup serta memblokir jalur cepat – lambat antara jalan sudirman dan Slipi. Jalan ini mereka blokir berkenaan dengan aksi long march.
  2. Memblokir jalan tol dalam kota Jakarta dan memaksa pengendara untuk memutar balik sehingga menyebabkan kemacetan panjang hingga kawasan Semanggi.
  3. Melempar gedung DPR dengan BOM Molotov.
  4. Merobohkan serta merusak pagar samping gerbang utama gedung DPR.
  5. Membakar berbagai macam atribut dan ornament di kawasan Atmajaya sehingga membuat kepulan asap hitam yang terlihat hingga menara BRI Jakarta.
  6. Memblokir busway dengan kayu yang berpaku di kawasan Atmajaya.
  7. Membakar sepeda motor dan mobil kijang milik kepolisian.

(dilansir dari http://www.detik.com/indexberita/indexfr.php)

 

Subhanallah…sebagai seorang mahasiswa juga, penulis ingin menggugah jiwa – jiwa ksatria dan jiwa pembaharu rekan – rekan mahasiswa untuk bersikap lebih arif dan bijaksana dalam menyikapi suatu kasus dan fenomena. Seorang agent of change tidak harus bersikap garang tampil di depan umum dalam mengekspresikan suatu aspirasi. Seorang social control tidak harus bertindak gegabah dan menimbulkan kekacauan dalam menyampaikan aspirasi rakyat.

 

Saudaraku para mahasiswa…, kita adalah seorang aktor intelektual muda yang cukup berperan bagi bangsa. Ketenangan pikiran dan kejernihan hati-lah modal kita dalam mengatasi segala sesuatu yang terjadi di negeri ini. Kita dianugerahi Allah ‘azza wa Jalla pemikiran yang cemerlang dan tidaklah Allah memberikan nikmat ini pada sembarang orang. Nikmat ini hendaknya kita syukuri dengan cara memberikan solusi dan penyelesaian yang logis serta bermanfaat pada setiap permasalahan yang terjadi. Bukan dengan kekerasan dan kekacauan…

 

Saudaraku para mahasiswa, tidakkkah terlintas dalam benak kawan-kawan termasuk saya tentang apa yang telah kita lakukan di atas…???

 

1. Tindakan menutup serta memblokir jalan raya dan jalan tol dan memaksa pengendara untuk memutar balik.

Saudaraku…kita tidak pernah tahu mungkin saja di antara pengendara yang melintas tersebut ada seorang ibunda yang akan melahirkan putra-nya, mungkin saja ada seorang sakit yang harus ditangani sesegera mungkin, mungkin saja banyak pegawai kantor dan warga yang mencari nafkah untuk anak istrinya yang terlambat kerja… Semua ini karena ulah siapa??? Tak lain karena ulah kita…

Seandainya kita-lah yang berada pada posisi ini, akankah kita diam begitu saja…??? Tidak, tentu tidak…!!! Kita akan murka dengan tingkah pola orang – orang yang bertindak demikian. Serta bias jadi kita akan mendoakan bagi orang – orang penutup jalan tersebut dengan doa – doa yang buruk. Maka takutlah dengan doa ini wahai saudaraku…

Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Artinya : Takutlah kepada doa orang-orang yang teraniyaya, sebab tidak ada hijab antaranya dengan Allah (untuk mengabulkan)”.(HR. Muslim, kitab al Iman 1/37-38)

2. Melempar gedung DPR dengan BOM Molotov, merobohkan serta merusak pagar samping gerbang utama gedung DPR serta memblokir busway dengan kayu yang berpaku di kawasan Atmajaya.

Subhanallah…saudaraku sesama mahasiswa, marilah kita lebih ‘arif dalam bersikap dan mengambil keputusan. Coba sejenak kita lihat cara kita dalam menolak kedzaliman pemerintah…??? Lihatlah cara kita dalam menyampaikan aspirasi…??? Demikian-kah akhlak seorang mahasiswa…??? Sungguh jika memang demikin, para rector dan dosen harus-lah menangis meratapi kegagalan mereka dalam mendidik mahasiswa. Disamping itu, para orang tua mahasiswa pasti akan mengelus dada karena ank kesayangan mereka berkelakuan tak ubahnya seorang preman. Inikah aktifis kampus…???

Wahai saudaraku, tenanglah…sabarlah dalam bersikap. Ingatlah tutur kata Nabi-mu Yang Mulia Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Tidak boleh melakukan perbuatan (mudharat) yang mencelakakan diri sendiri dan orang lain“ (HR. Al Hakim II/66 dari Ibnu ‘Abbas-radliyallahu’anhu)

Imam An Nawawi mengatakan,” Tidak boleh bagi kalian membahayakan (berbuat kerusakan) yang lain tanpa hak, dan tidaklah boleh memulai kejahatan pada sesamanya.” (Syarh Arba’in An Nawawi, 32/299)

 

Oleh karena itu saudaraku sesame mahasiswa, marilah kita berfikir sejenak sebelum melakukan sesuatu. Mari sama – sama kita pikirkan antara manfaat dan mafsadatnya, kita pikirkan baik dan buruknya serta kita pikirkan positif dan negatifnya… Janganlah kita mencoreng wajah kita sendiri, menempakkan aib sendiri serta menistakan diri pribadi…saudaraku, Negara ini akan ada di pundakmu…dengan apa kita angkat Negara ini jika semenjak dini kita sudah menentang dan melawan sang Penguasa Negara…??? Tidakkkah lebih baik, jika saling berdiskusi dan bekerja sama menyelesaikan problematika negeri ini yang tak kunung usai…???

 

Saudaraku mahasiswa…ketahuilah Allah adalah Dzat Yang Maha Adil. Dia akan memberikan kepada orang-orang yang beriman seorang pemimin yang arif dan bijaksana. Sebaliknya Dia akan memberikan pemimpin yang dzalim bagi rakyat yang suka memberontak.

 

Maka jika di negeri ini pemerintahnya dzalim, sesungguhnya kedzaliman tersebut dimulai dan berasal dari rakyatnya. Meskipun demikian apabila rakyat dipimpin oleh seorang penguasa yang melakukan kemaksiatan dan penyelisihan (terhadap Islam) yang tidak mengakibatkan dia kufur dan keluar dari Islam maka tetap wajib bagi kita untuk taat kepada mereka serta menasihati mereka dengan cara baik – baik dan yang sesuai dengan tuntunan nabi kita Shallalahu ‘alaihi wa sallam.

 

Bukan dengan ucapan yang kasar lalu dilontarkan di tempat-tempat umum apalagi menyebarkan dan membuka aib pemerintah yang semua ini dapat menimbulkan fitnah yang lebih besar lagi dari permasalahan yang kalian (mahasiswa) tuntut.

 

Bagaimana pemerintah akan mendengar kita, jika cara kita mengingatkan mereka seperti ini…??? (anarki, demonstrasi, dll-pen) Bagaimana pemerintah akan mendengar kita jika cara kita menyampaikan aspirasi masih seperti ini…???

 

Lakukan yang terbaik saudaraku…seperti apa yang dituntunkan beliau Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam (yang artinya): “Barangsiapa yang hendak menasihati pemerintah dengan suatu perkara maka janganlah ia tampakkan di khalayak ramai. Akan tetapi hendaklah ia mengambil tangan penguasa (raja) dengan empat mata. Jika ia menerima maka itulah yang diinginkan dan jika tidak, maka sungguh ia telah menyampaikan nasihat kepadanya (pemerintah). Dosa bagi dia (pemerintah) dan pahala baginya (orang yang menasihati).” (HR. Ibnu Abi Ashim dalam buku As Sunnah 2/522)

 

Lakukan yang terbaik saudaraku…seperti Usamah bin Zaid –radliyallahu’anhu- ketika beliau ditanya, “Wahai Usamah ,mengapa engkau tidak menghadap Utsman untuk menasihatinya?” Maka jawab beliau : “Apakah menurut kaliant semua nasihatku kepadanya harus diperdengarkan kepada kalian? Demi Allah, sungguh aku telah menasihatinya hanya antara aku dan dia. Dan aku tidak ingin menjadi orang pertama yang membuka pintu (fitnah) ini.” (HR. Al Bukhari 6/330 dan 13/48 Fathul Bari dan Muslim dalam Shahih-nya 4/2290)

 

Tentang kisah Usamah tersebut, Al Muhaddits Al Albani –rahimahullah- menjelaskan : “Yang beliau (Usamah bin Zaid) maksudkan adalah (tidak melakukannya, pent.) terang-terangan di hadapan khalayak ramai dalam mengingkari pemerintah. Karena pengingkaran terang-terangan bisa berakibat yang sangat mengkhawatirkan. Sebagaimana pengingkaran secara terang-terangan kepada Utsman mengakibatkan kematian beliau.” (dlm buku Ringkasan Shahih Muslim, ta’liq Al Albani nomor 335) Subhanallah, sangat tenang dan ‘arif… Tidak seperti kita kaum mahasiswa.

 

Oleh karena itu saudaraku…penulis juga mahasiswa seperti kalian, penulis ingin agar kita mahasiswa menjadi tonggak keberhasilan negeri ini. Penulis inginkan dari kalian sebuah berita prestasi, bukan berita anarki. Penulis ingin dengar dari kalian sebuah kabar membanggakan, bukan kabar kekacauan. Mari saudaraku sesame mahasiswa…kita berjuang untuk kebaikan bangsa ini dengan tuntunan Ilahi…

 

Wallahua’alam…

Didit Fitriawan, 26 Juni 2008, pkl 12.28 WIB

 

----------------------------------------------------------------------

Dari meja redaksi:    

Para pemuda ialah mereka yang dihatinya dapat berfikir bijak dan mengambil kebijakan dengan penuh kebajikan. Bukan mereka yang merusak dan menghancurkan bangunan. Suatu ketika saya (pengedit) pernah berjumpa dengan salah seorang sahabat yang senantiasa menjadi koordinator aksi hingga pernah merasakan dinginnya hotel prodeo beberapa bulan. Ketika pernah berdiskusi soal ribut-ribut turunkan pemeritahan yang saat ini sedang berkuasa, maka saya bertanya:

 

“lantas klo sekarang ni lo rame-rame ribut kesana kemari soal turunin SBY-JK dimana aja, yang jadi pertanyaan gw itu. Kira-kira elo punya nama gak yang ngepas buat gantiin die bedua, jangan sampe elo cuman bisa ngeritik gak bisa ngasih solusi. Sebut nama siapa yang pantas buat ganttin jangan cuman kriteria..kalo ngasih kriteria anak bayi yang belon disunat juga bisa. so, .apa beda lo ma anak bayi? Hehehheee”

 

Maka ia hanya menjawab dengan diam saja... jadi buat kawan-kawan mahasiswa jangan hanya bicara tapi tunjukkan..hidup adalah perbuatan...upppssssss bukan kampanye lho, tunjukkan dengan membangun negeri ini tanpa kekerasan. Berbuat sekecil mungkin untuk kesejahteraan jangan hanya berfikir terlalu besar jika ternyata apa yang kalian lakukan lebih banyak terdorong aspirasi pribadi ketimbang aspirasi rakyat. Jangan sampai kawan-kawan malah menjadi superior di organisasinya tapi menjadi cemen (tidak punya aksi, betawi) diluar kelompoknya.^_^v

 

Sebagaimana Robert K Merton berkata: “Bajingan yang sukses (diukur menurut kriteria kelompok rujukan mereka) akan menjadi teladan oleh bajingan lain di lingkungan mereka, karena semula kurang mudah dikecam dan kurang dijauhi, kini tak lagi terikat pada aturan yang semula dianggap sah...”  jika kalian hanya menginginkan mengukir sejarah mengapa tak berkaca pada apa yang dikatakan oleh Thomas Carlyle, “Dalam semua epos sejarah dunia, ditemukan orang besar yang selalu menjadi juru selamat yang sangat diperlukan eposnya; pelita tanpa bahan bakar tak pernah dapat menyala, sejarah dunia ini adalah biografi orang besar” == abu yahya rizki aji (“,) ==

 

picture: http://www.kutaikartanegara.com/newsphoto/demobkrban.jpg

Comments
Add New Search
nurul     |221.132.234.xxx |2008-07-07 08:30:02
assalaamu'alaikum
b agaimana solusinya mensampaikan kritik, yang baik dan
benar menurut syar'i, padahal pemerintahan kita sudah buta dan tuli dalam tanda
kutip
syukron
Nur Amalia   |125.161.173.xxx |2008-07-05 20:50:59
Assalamu'alaikum warohmatullah

benar sekali....mahasiswa seharusnya lebih
menunjukan prestasi akademiknya, menunjukan sebagai orang yg intelektual, krn
kelak ketika kita terjun di masyarakat nanti maka otaklah yang dipake, bukan
otot.
oleh karena itu, untuk saudara2ku mahasiswa maka pelajarilah ilmu yg
kalian dapat dibangku kuliah dan amalkanlah sehingga berguna bagi masa depan
bangsa ini.
ekwa   |125.161.197.xxx |2008-07-11 11:38:27
Assalamu'alaykum...

OOO, ini toh akh (didit) yg antum maksud tulisan yang di
sobat muda.
Subhanallah... andai semua mampu merenungi dan merambatinya, maka
akan terbentuklah mahasiswa yang sebenarnya
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 

3.21 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Saturday, 05 July 2008 )
 
< Prev   Next >

Data Pengunjung

IP Kamu
38.103.63.58
United States United States :
Browser
Unknown Browser Unknown Browser
Sistem Operasi
Unknown Operating System Unknown Operating System

Map

Locations of visitors to this page