Sobat Muda

NOTE: To use the advanced features of this site you need javascript turned on.

Home arrow Opini

Pengumuman

  • Diperbolehkan bagi temen-temen untuk mengutip seluruh isi artikel di dalam situs ini untuk tujuan kebaikan dan WAJIB untuk mencantumkan NAMA PENULIS dan SUMBERNYA.
  • Bagi yang mengisi comment ataupun guestbook, diharuskan mencantumkan nama dan identitas. Jika tidak maka comment kamu akan saya delete tanpa konfirmasi.
  • Bagi yang mengisi comment ataupun guestbook, cukup mengisi sekali saja. Karena setiap comment harus dimoderasi, jadi nggak ditampilkan terlebih dahulu.
  • Buat teman-teman yang ingin buat blog sendiri, kami juga menawarkan Hosting Gratis. So, buat yang pengen apply, silahkan pelajari lebih lanjut dengan membuka menu : Hosting Gratis pada menu di atas/

Mutiara 'Ilmu

Syumaith berkata: "Seburuk-buruk hamba adalah hamba yang diciptakan untuk beribadah, lalu syahwatnya menghalanginya untuk beribadah. Seburuk-buruk hamba adalah hamba yang diciptakan untuk masa depan, lalu masa kininya menghalanginya untuk mencapai masa depan. Akibatnya masa kininya lenyap dan ia sengsara di masa depannya." (Hilyatul Auliyaa 3/129)
 
Opini
Tetangga Mati Kelaparan, Salah Siapa? PDF Print E-mail
User Rating: / 1
Written by Syamsul A.   
Wednesday, 02 April 2008

 

Jangan buru-buru menyalahkan pemerintah dengan mengatakan tidak becus dalam menangani masalah ini, dan tulisan ini juga tidak dimaksudkan untuk mencari siapa yang salah. Namun sekedar mengingatkan sesama kita, bagaimana seharusnya kita bertetangga (dari kacamata Islam tentunya).

Kita kebanyakannya akan merasa marah ketika mendengar ada yang menjadi korban, meninggal dunia, lantaran si korban ini kelaparan. Pemerintah tentu punya andil dalam hal ini, karena salah satu tugas yang diembannya adalah mengurus masyarakat. Namun, perlu juga kita mengetahui bagaimana yang seharusnya hidup bertetangga.

Coba kita perhatikan salah satu hadits kaitannya dengan bertetangga ini; dimana isinya langsung menyebut kata 'kelaparan',

"Tidaklah beriman seseorang, bila ia dalam keadaan kenyang sementara tetangganya kelaparan." (Al Adabul Mufrad no. 112, dishahihkan asy-Syaikh al-Albani)

Luar biasa!

Last Updated ( Wednesday, 23 April 2008 )
Read more...
 
Untukmu Wahai Pemuda Muslim PDF Print E-mail
User Rating: / 0
Written by Rizki Aji   
Wednesday, 26 March 2008

 

Ketika mengatakan pemuda maka akan banyak pandangan menafsirkan dengan berbagai kemungkinan dan pendapat terhadap sifat yang ditujukan, pemuda sebagai sosok yang enerjik, pemberani, penuh dengan rasa penasaran, bahkan seringkali disifati dengan jiwa yang penuh emosi dan labil.

Dalam panggung sejarah ke-Indonesiaan pemuda menjadi peran penting dan penegak supremasi dalam berbagai hal dan kebijakan, tak lepas dari peran serta pemuda diantaranya ialah kemerdekaan atas penjajah dan era reformasi yang tumbang karena kiprah para pemuda penentang status quo.

Last Updated ( Wednesday, 23 April 2008 )
Read more...
 
Empedu Dunia, Madunya Akhirat PDF Print E-mail
User Rating: / 0
Written by Andita SB   
Wednesday, 26 March 2008
 
Hiburan bagi orang yang tertimpa musibah adalah ia melihat dengan menggunakan mata hatinya. Menyadari bahwa empedu di dunia pada dasarnya adalah madu di akhirat nanti. Beralih dari empedu dunia yang terbatas, menuju madu akhirat yang tak pernah habis, itu lebih baik dari kebalikannya.

 “Surga itu dikelilingi oleh perbuatan yang dibenci manusia, sementara Neraka itu dikelilingi oleh perbuatan yang disukai hawa nafsu.” (HR. Muslim, at-Tirmidzi, dan Ahmad)

Last Updated ( Thursday, 12 June 2008 )
Read more...