|
|
Written by Andita SB
|
|
Wednesday, 23 April 2008 |
|
“Siapa sih yang nggak mau nikah. Semua pasti mau. Tapi…, saya belum siap tuh…” Kalimat itu perlahan meluncur dari mulut Ahmad (28, bukan nama sebenarnya), ketika seorang teman menyuruhnya untuk segera menikah. Kebetulan, di antara teman sepermainannya, hanya Ahmad yang belum mengakhiri masa lajangnya. Bahkan, ada di antara temannya yang sudah memiliki tiga orang anak.
Alasan Ahmad, standar. Belum punya (maisyah) penghasilan… Sebuah ketakutan yang menurutnya sangat beralasan. “Tenang aja, jodoh nggak akan ke mana-mana,” katanya sambil tersenyum kecut.
|
|
Last Updated ( Thursday, 12 June 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
Penghalang Datangnya Jodoh |
|
|
|
|
Written by Andita SB
|
|
Thursday, 10 April 2008 |
|
Fenomena telat menikah seakan sudah menjadi tren di kalangan gadis jaman sekarang. Bila dahulu wanita umur 17 tahun sudah pada menikah, sekarang umur kepala tiga bahkan kepala empat masih saja sendiri. Bila ditanya, siapa sih yang tak ingin cepat dapat jodoh? Kayaknya semua juga pingin segera, tapi si jodoh tak kunjung datang jua. Lalu apa saja di antara penghalangnya?
|
|
Last Updated ( Wednesday, 23 April 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
Dilangkahi, Kenapa Tidak? |
|
|
|
|
Written by Andita SB
|
|
Thursday, 10 April 2008 |
|
Budaya antri nampaknya banyak digalakkan oleh berbagai kalangan, tak terkecuali bagi yang ingin melepas masa lajang. Misalnya saja ketika seorang adik yang secara ‘kebetulan’ ingin mendahului sang kakak yang jodohnya belum juga tiba. Bagaimana jadinya bila sang adik ternyata dilamar lebih dahulu? Sementara sang kakak masih belum ada yang melirik. Haruskah sang adik menunggu? Dalam kultur masyarakat kita, seolah seorang kakak harus lebih dulu dalam segala hal, termasuk dalam urusan nikah. Sepertinya aib bila seorang adil lebih dulu dalam hal jodoh atau kakak dianggap ‘kurang’ laku. Bila sang kakak itu laki-laki, mungkin tak selalu masalah. Beda halnya bila sang kakak itu perempuan, tentu akan menjadi masalah. Dalam tradisi Sunda biasa dikenal dengan istilah karunghal.
|
|
Last Updated ( Wednesday, 23 April 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
Written by Andita SB
|
|
Sunday, 30 March 2008 |
|
Enteng jodoh, di antara sederet do’a yang selalu dipanjatkan orang tua kepada Allah subhanahu wa ta’ala untuk anak gadisnya. Juga tentunya diidamkan oleh gadis itu sendiri. Jodoh memang sesuatu yang ghaib seperti halnya rezeki, hidup dan mati. Perkara-perkara itu sudah ditetapkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala sebelum penciptaan alam ini. Karena termasuk rahasia Ilahi, makanya orang banyak berharap dan berdo’a yang baik-baik, enteng jodoh, luas rezeki, badan sehat, dan sebagainya. Jodoh adalah bagian dari hidup, tak heran bila dalam menghadapinya bermacam-macam sebagaimana menghadapi hidup. Ada yang optimis, tak sedikit pula yang pesimis.
|
|
Last Updated ( Thursday, 12 June 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
|