|
Written by Andita SB
|
|
Wednesday, 02 April 2008 |
|
datang seruan dakwah yang penuh berkah, ia sambut dengan berani dengan mengumumkan keislamannya. Sehingga ia termasuk orang ketujuh yang masuk Islam. Tatkala Bani Makhzum mengetahui keislamannya, beliau bersama suaminya, Yasir radhiyallahu 'anhu, mendapat berbagai macam siksaan dengan cara mengeluarkan ia dan suaminya ke padang pasir saat panas menyengat. Mereka, Bani Makhzum, membuang Sumayyah binti Khayyat radhiyallahu 'anha ke sebuah tempat dan menaburinya dengan pasir yang sangat panas, kemudian meletakkan di atas dadanya sebongkah batu yang berat. Akan tetapi tiada terdengar rintihan ataupun ratapan melainkan ucapan ahad…ahad…, beliau ulang-ulang kata tersebut sebagaimana yang dilakukan oleh Yasir, Ammar dan Bilal radhiyallahu 'anhuma. Suatu ketika Rasulullah radhiyallahu 'anhu menyaksikan keluarga muslim tersebut sedang mendapat siksaan yang sangat kejam, beliau menengadahkan tangan ke langit dan berseru, “bersabarlah wahai keluarga Yasir karena sesungguhnya tempat kembali kalian adalah Surga.” (al-Mustadrak oleh al-Hakim, bab Mengenal Shahabat III/383)
|
|
Last Updated ( Wednesday, 23 April 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
Written by Andita SB
|
|
Wednesday, 26 March 2008 |
|
Tabah, bijak, dan lurus pemikirannya. Semua orang bahkan memuji keindahan akhlaqnya. Siapa dia?
Beliau adalah Rumaisha’ Ummu Sulaim binti Malhan yang terkenal dengan panggilan Ummu Sulaim, ibunda Anas bin Malik. Sebagai seorang istri dari Malik bin Nadhar, beliau memiliki sifat keibuan di samping cantik.
Ketika cahaya kenabian mulai terbit dan dakwah tauhid mulai muncul sehingga menyebabkan orang-orang yang berakal sehat dan memiliki fitrah yang lurus untuk bersegera masuk Islam. Sebagai salah satu golongan yang pertama masuk Islam dari golongan Anshar, ia tak mempedulikan segala kemungkinan yang akan menimpanya di tengah masyarakat jahiliyyah penyembah berhala yang telah beliau buang tanpa ragu.
|
|
Last Updated ( Thursday, 12 June 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|