|
Written by Rizki Aji
|
|
Saturday, 10 May 2008 |
|
Berawal dari sebuah kekaguman terhadap seseorang maka dimulailah sebuah fase saling interaksi. Awalnya bisa jadi tidak saling mengenal namun berbuntut sebuah komunikasi. Adalah sebuah fenomena yang masa sekarang telah menjadi sebuah realita diantara mereka yang lebih banyak disebut sebagai aktivis dakwah maupun para penuntut ilmu agama.
|
|
Last Updated ( Saturday, 10 May 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
Written by Andita SB
|
|
Wednesday, 23 April 2008 |
|
Ada empat perkara yang mendatangkan kerugian, yaitu: mata yang tak pernah menangis, hati yang keras, panjang angan-angan, dan rakus terhadap dunia.
Panjang angan-angan akan melahirkan sifat malas berbuat taat dan menunda-nunda taubat, berambisi mengejar dunia, lupa terhadap akhirat, dan hati yang keras. Karena hati yang lembut dan bersih terlahir dengan banyak mengingat kematian, kubur, pahala, siksa, dan kedahsyatan hari kiamat. “…Kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras…” (QS. al-Hadid : 16)
|
|
Last Updated ( Wednesday, 23 April 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
Written by Andita SB
|
|
Monday, 14 April 2008 |
|
Dalam RAPBD sebuah propinsi, anggaran makan seorang gubernur untuk tahun 2006 bernilai ratusan juta bahkan milyaran rupiah. Konon lagi, anggaran jamuan makan siang kunjungan seorang presiden beberapa dekade lalu ke sebuah perguruan tinggi hanya untuk satu kali jamuan bernilai puluhan juta rupiah.
Atau dalam lingkup terkecil, keluarga misalnya, sederet makanan dan buah-buahan tersaji rapi di meja makan. Bahkan, untuk seorang pengusaha atau pejabat tertentu anggaran belanja harian bisa bernilai ratusan ribu rupiah.
Lain halnya dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebaik-baik manusia, padahal beliau seorang kepala negara. Unta yang penuh muatan tiada henti-hentinya datang kepada beliau. Emas dan perak selalu terhampar di hadapan beliau. Tahukah anda makanan dan minuman beliau? Apakah seperti hidangan seorang presiden atau gubernur? Atau lebih mewah dari itu? Ataukah seperti hidangan orang-orang kaya yang bergelimang harta? Atau menunya lebih lengkap dan lebih komplit?
|
|
Last Updated ( Wednesday, 23 April 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
Written by Andita SB
|
|
Wednesday, 02 April 2008 |
|
Ada tiga macam rumah, rumah raja, rumah seorang hamba, dan rumah kosong yang tidak ada isinya. Rumah raja didalamnya terdapat simpanan harta, perbendaharaan dan kekayaan. Sementara rumah seorang hamba, didalamnya ada simpanan, perbendaharaan dan kekayaan namun tak sebanyak kekayaan seorang raja. Terakhir rumah kosong yang tidak ada isinya sama sekali. Kemudian datanglah seorang pencuri hendak mencuri di salah satu di antara tiga rumah tersebut, maka rumah mana yang akan dimasukinya Apabila anda menjawab, ia akan masuk rumah kosong, jelas mustahil karena rumah kosong tak ada barang yang bisa dicurinya. Karena itulah ketika dikatakan kepada Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, bahwa ada orang Yahudi mengklaim bahwa dia tidak pernah terganggu ketika shalat, maka Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata, “Apakah yang hendak dilakukan pencuri di rumah yang telah rusak?”
|
|
Last Updated ( Wednesday, 23 April 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
Written by Andita SB
|
|
Sunday, 30 March 2008 |
|
Sebuah pelajaran penting yang dapat kita petik dari interaksi adalah bentuk usaha untuk membahagiakan diri sendiri dan orang lain dengan memberikan penghormatan yang pantas untuk dihormati. Misalnya, memanggil dengan sapaan yang disenangi, bisa dengan nama sebenarnya atau bisa pula dengan nama panggilan atau kun-yah. Seorang istri yang telah berusaha mengatur rumah tangga, merapikan posisi perabot, dan memberikan wangi-wangian untuk menyegarkan ruangan, tentu akan tidak habis piker ketika suaminya masuk dan tidak acuh terhadap usaha istrinya. Tak ada ekspresi apa-apa, dingin. Sikap suami seperti ini akan memupuskan semangat dan perhatian.
|
|
Last Updated ( Wednesday, 23 April 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>
|
| Results 10 - 15 of 15 |