|
|
Sebuah Tangisan Terlahir dari Al Quran |
|
|
|
|
Written by Didit Fitriawan
|
|
Monday, 29 December 2008 |
|
Teman – teman yang baik, semoga Allah ta’ala senantiasa menjaga kita dalam naungan-Nya di setiap hela nafas dan sejauh pandangan mata. Sebuah cerita nyata nan indah, telah datang menghiasi hari - hari kita. Di mana ada seorang sahabat mulia ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu 'anhu berkisah: “Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepadaku, ‘Bacakanlah Al-Qur`an untukku.’ Aku bertanya heran, ‘Wahai Rasulullah, apakah aku membacakan untukmu sementara Al-Qur`an itu diturunkan kepadamu?’ Beliau menjawab, ‘Iya, bacalah.’ Aku pun membaca surat An-Nisa` hingga sampai pada ayat: “Maka bagaimanakah jika Kami mendatangkan seorang saksi bagi setiap umat dan Kami mendatangkanmu sebagai saksi atas mereka itu.” (QS. An-Nisa’: 41) Beliau bersabda, ‘Cukuplah.’ Aku menengok ke arah beliau, ternyata aku dapati kedua mata beliau basah berlinang air mata.” (HR. Al-Bukhari no. 5050) SUBHANALLAH…!
|
|
Last Updated ( Monday, 02 November 2009 )
|
|
Read more...
|
|
|
Kelembutan Bersama Kezuhudan |
|
|
|
|
Written by Rizki Aji
|
|
Sunday, 30 November 2008 |
|
Dalam salah satu kutaib kecil berjudul Tazkiyatun Nafs karya Al Ustadz Ahmad Farid hafidzhahullah, beliau menukil sebuah kisah tentang seseorang bernama Abu Hazim. Sosok yang di masanya terkenal dengan kezuhudannya. Ia pernah ditanya, “Apa saja harta milik anda?” Beliau menjawab, “Hartaku ada dua. Aku tidak pernah takut menjadi fakir selama memilikinya. Yaitu tsiqqah (yakin dan percaya) kepada Allah dan berputus asa (tidak mengharapkan) apa yang dimiliki oleh manusia.” Kali lain beliau juga pernah ditanya dengan pertanyaan hampir senada, “Apakah anda tidak takut menjadi fakir?” Beliau kembali menjawab., “Bagaimana aku takut menjadi fakir sedangkan Tuanku adalah pemilik segala yang ada di langit dan di bumi serta diantara keduanya, juga yang ada di bawah tanah?”
|
|
Last Updated ( Monday, 22 December 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
Dibalik Tirai Sebuah Canda… |
|
|
|
|
Written by Didit Fitriawan
|
|
Friday, 25 July 2008 |
|
(sekedar contoh) “Eh tahu gak, setiap jumat di rumah sakit itu selalu ada yang mati loh…Dan penyebabnya misterius…Dan dokterpun ga ada yang tahu…” celetuk Fulan pada teman - temannya. “Eh, masa? Emang kamu tahu penyebabnya?” tanya temannya. “Halah…ternyata tiap jumat itu ada si cleaning service yang dengan entengnya nyabutin stop kontak alat nafas pasien dan menggantinya dengan vacuum cleaner, mulai deh…” tukas Fulan yang serentak diringi gelak tawa teman – temannya… -------------------------------- Ya…itulah bercanda. Canda memang dapat menghibur, mencairkan suasana, menghilangkan ketegangan, menenangkan keresahan dan meredakan amarah. Bahkan, tak jarang di dalam setiap canda yang kita berikan akan tercermin rasa persaudaraan dan persahabatan yang seakan penuh keakraban…
|
|
Last Updated ( Sunday, 27 July 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
Teruntuk Saudaraku Mahasiswa |
|
|
|
|
Written by Didit Fitriawan
|
|
Saturday, 05 July 2008 |
|
Pada tanggal 24 Juni 2008, kota Jakarta seakan menjadi saksi begitu hebatnya anak negeri ini dalam mengukir anarki walaupun sebelumnya kehebohan pernah terjadi saat kudeta pemerintahan sah beberapa tahun silam. Mahasiswa ridak selamanya identik dengan prestasi sebagai mana para siswa SMA yang menembus olimpiade berbagai bidang tingkat dunia. Sedangkan mahasiswa sangat sedikit dari mereka yang mengukir prestasi. Sebab lingkungan dan pola pendidikan yang berubah serta kedisiplinan berbeda telah kemali membentuk corak berfikir menjadi paternalistik, egosentris, arogan, ekspresif, unlimited (nah lho...ngerti gak tuh bahasanya??),
|
|
Last Updated ( Saturday, 05 July 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>
|
| Results 1 - 9 of 15 |