|
Aktivis Dakwah Jangan Nyerah |
|
|
|
|
Written by Rizki Aji
|
|
Saturday, 31 May 2008 |
|
Sudah bukan barang yang baru lagi ketika remaja kita terjangkiti demam semangat menuntut ilmu agama, hampir disetiap sekolah, bangku kuliah, bahkan di lingkungan rumah. Pemuda lagi-lagi menjadi agent of change dalam kehidupan beragama kali ini. Dahsyatnya energi semangat itu membuat letupan positif dalam kehidupan sehari-hari, mereka yang bergelar aktivis dakwah menebarkan sebuah cita rasa di sekitar lingkungan tempat mereka berada. Semangat di awal ketika kembali menemukan telaga yang penuh kenikmatan akan segera menjelma menjadi samudera yang harus dilalui dengan bahtera. Bahtera yang mesti dipertahankan agar tak kandas di tepi, melainkan dakwah jangan terhenti.
|
|
Last Updated ( Sunday, 01 June 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
Mengapa Harus Generasi Terbaik? |
|
|
|
|
Written by Andita SB
|
|
Monday, 14 April 2008 |
|
Ketika anda tanyakan kepada Ahmadiyyah yang jelas-jelas sesat apa dasar beragama mereka? Dengan kompak akan kita temui jawaban al-Qur’an dan as-Sunnah. Lantas di mana letak permasalahannya, bukankah al-Qur’an dan as-Sunnah yang menjadi pegangan? Maka, inilah masalahnya.
Syaikh Abdul Malik al-Jazairi dalam Sittu Durar min Ushul Ahlil Atsar mengatakan, “…tatkala pemahaman manusia berbeda satu dengan yang lain atau tidak seragam dalam terhadap al-Qur’an dan as-Sunnah, ada yang benar dan ada pula yang cacat dan salah, maka dibutuhkan suatu jalan keluar demi mengantisipasi bahkan menghilangkan perbedaan pandangan atau perselisihan.”
|
|
Last Updated ( Wednesday, 23 April 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
Written by Andita SB
|
|
Saturday, 05 April 2008 |
|
Di antara fenomena yang merebak akhir-akhir ini adalah kebiasaan berdalih dengan pendapat mayoritas sebagai parameter kebenaran serta berdalih minoritas sebagai parameter kebathilan. Tidak itu saja, mereka pun berdalih pendapat nenek moyang tanpa meneliti sandarannya. Bahkan mereka menjadikan pendapat ‘Orang-Orang Kuat’ sebagai parameter kebenaran. Juga, mereka berdalih bahwa yang dianut orang-orang miskin itu bukan kebenaran. Malah tak sedikit di antara mereka yang mengikuti para ‘ulama fasik dan ahli ibadah yang jahil. Dan bukan hal yang aneh mereka pun menuduh ahli agama memiliki pemahaman yang sempit. Pendapat yang dianut oleh mayoritas mereka adalah kebenaran dan yang dianut oleh minoritas bukanlah kebenaran. Pendapat ini tentu saja tidak dapat dipertanggungjawabkan. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan-Nya.” (QS. al-An’am : 116)
|
|
Last Updated ( Wednesday, 23 April 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
Written by Andita SB
|
|
Saturday, 05 April 2008 |
|
“Orang-orang yang terdahulu lagi pertama-tama (masuk Islam) dari orang-orang Muhajirin dan Anshar, serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah subhanahu wa ta’ala ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah subhanahu wa ta’ala, dan Allah subhanahu wa ta’ala menyediakan bagi mereka Surga-Surga yang mengalir sungai-sungai didalamnya, mereka kekal didalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS. at-Taubah :100) Kita sering mendengar istilah ‘shahabat’ disebutkan dalam al-Qur’an maupun hadits. Hanya saja banyak yang belum tahu siapa saja yang didefinisikan sebagai shahabat. Hingga tak jarang terjadi kesalahpahaman bahkan berburuk sangka terhadap para shahabat yang mulia.
|
|
Last Updated ( Wednesday, 23 April 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|