Sobat Muda

NOTE: To use the advanced features of this site you need javascript turned on.

Home arrow Manhaj

Pengumuman

  • Diperbolehkan bagi temen-temen untuk mengutip seluruh isi artikel di dalam situs ini untuk tujuan kebaikan dan WAJIB untuk mencantumkan NAMA PENULIS dan SUMBERNYA.
  • Bagi yang mengisi comment ataupun guestbook, diharuskan mencantumkan nama dan identitas. Jika tidak maka comment kamu akan saya delete tanpa konfirmasi.
  • Bagi yang mengisi comment ataupun guestbook, cukup mengisi sekali saja. Karena setiap comment harus dimoderasi, jadi nggak ditampilkan terlebih dahulu.
  • Buat teman-teman yang ingin buat blog sendiri, kami juga menawarkan Hosting Gratis. So, buat yang pengen apply, silahkan pelajari lebih lanjut dengan membuka menu : Hosting Gratis pada menu di atas/

Mutiara 'Ilmu

Sufyan ats-Tsauri berkata: "Sesungguhnya ilmu itu dicari untuk menunjang ketakwaan kepada Allah. Karena itulah ia memiliki keutamaan. Jika tidak ada hal itu, maka ia sama seperti yang lainnya." (Hilyatul Auliyaa 6/362)
 
Manhaj
Kelak, Jangan Salahkan Kami PDF Print E-mail
User Rating: / 0
Written by Rizki Aji   
Friday, 25 December 2009

Masa senantiasa berganti dan menunjukkan selalu ada orang-orang yang mengisinya. Periode waktu menunjukkan bahwa adakalanya masa lampau dan ada pula masa yang datang. Kehidupan menyilihkan pergantian bagai siang menggeser malam. Islam, sebuah agama yang mulia dan tak ada yang mampu menandingi kemuliaannya. Islam senantiasa tetap akan ada hingga akhir jaman dan menjadi salah satu agama yang benar dan diakui kebenarannya dari masa ke masa. “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan Dia di akhirat Termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Ali Imraan : 85).

 

Telah berlalu jauh Islam dari masa keemasannya, masa yang memiliki penuh limpahan ilmu dimanapun dan kapanpun, menjadi masa yang diliputi oleh banyak kebodohan dan kesesatan lebih dominan dibandingkan dengan kebenaran dan kebaikan. Wafatnya para pewaris para Nabi yakni ulama telah menunjukkan pula hilangnya ilmu sedikit demi sedikit di atas bumi.

Read more...
 
Di Antara Rinai Hujan, Aku Berdoa…”Untukmu Palestina” PDF Print E-mail
User Rating: / 0
Written by Didit Fitriawan   
Tuesday, 30 December 2008

Jumlah korban tewas akibat serangan militer Israel ke wilayah Gaza terus bertambah. Hingga Jum'at (29/2) ini korban luka masih terus berdatangan di sejumlah rumah sakit di wilayah Gaza. Sebagian korban adalah wanita dan anak-anak. Di antara korban tewas juga terdapat delapan orang anak. Korban terakhir adalah seorang bayi berusia enam bulan.

Serangan yang dilakukan di Jabaliya, wilayah sebelah utara Jalur Gaza, sejak Rabu lalu, menghancurkan sejumlah bangunan termasuk rumah-rumah warga. Hingga hari ini serangan udara itu menewaskan sedikitnya 31 orang warga Palestina. Serangan brutal yang dilakukan militer Israel ke sejumlah wilayah Palestina ini kembali memicu kemarahan warga. Ribuan warga mengarak jenazah para korban di jalan-jalan Kota Gaza.

Israel sendiri mengklaim serangan tersebut ditujukan kepada pos-pos pertahanan militan Hamas. Serangan tersebut dilakukan sebagai balasan atas serangan roket Palastina ke wilayah Israel.(DOR)

(http://www.metrotvnews.com/berita.asp?id=54495)

---+++---

Akhir – akhir ini berita tentang penyerangan pasukan militer tempur Israel ke pemukiman penduduk di jalur GAZA, Palestina…banyak menghiasi media massa, baik media elektronik maupun media cetak. Tampak pada mereka suatu keadaan yang pilu dengan berbagai macam korban berjatuhan. Tercantum ada lebih dari 300 orang menjadi korban meninggal dunia, dan ribuan orang luka – luka berat ataupun ringan. Jet – jet tempur pasukan militer Israel terus mencari mangsa yang berlabel GERILYAWAN HAMAS, walaupun sejatinya itu hanyalah sebuah dalih saja untuk menghancurkan kaum muslimin dan merebut salah satu tanah dari tanah – tanah kaum muslimin di Palestina.

Read more...
 
Sudah Tua Ikut Pilkada PDF Print E-mail
User Rating: / 0
Written by Rizki Aji   
Saturday, 06 December 2008

Demokrasi, kata yang tidak asing ditelinga sebagian besar penduduk Indonesia, demokrasi sebuah kata penuh makna bercampur-baur dengan substansi penuh cerita dibaliknya. Dan kini masyarakat Indonesia dijejali dengan macam modifikasi demokrasi yang tidak terjadi di negeri asalnya. Demokrasi dengan jargon vox populi, vox dei (suara rakyat, suara Tuhan) telah merubah tatanan kehidupan antar bangsa dan etika bernegara. Akademisi beragumen demokrasi adalah sistem penyelamat atas kedzhaliman. Demokrasi pun telah berhasil menjungkalkan sistem nilai menjadi hakekat kebablasan.

Demokrasi sangat identik dengan pemilihan suara secara langsung, siapapun berhak menyuarakan opini dan aspirasinya sebagai bentuk apresiasi dari nilai kebebasan. Hak penuh adalah ditangan rakyat, rakyat berhak menyuarakan apa yang diinginkan, dan rakyat pula berhak menggugat ketika haknya dirampas. Antara ulama dan pelacur memiliki kesamaan dalam aspirasinya diranah demokrasi ini, satu suara ulama sama dengan satu suara bajingan.

Last Updated ( Monday, 22 December 2008 )
Read more...
 
Aktivis Dakwah Jangan Nyerah PDF Print E-mail
User Rating: / 0
Written by Rizki Aji   
Saturday, 31 May 2008

Sudah bukan barang yang baru lagi ketika remaja kita terjangkiti demam semangat menuntut ilmu agama, hampir disetiap sekolah, bangku kuliah, bahkan di lingkungan rumah. Pemuda lagi-lagi menjadi agent of change dalam kehidupan beragama kali ini.

Dahsyatnya energi semangat itu membuat letupan positif dalam kehidupan sehari-hari, mereka yang bergelar aktivis dakwah menebarkan sebuah cita rasa di sekitar lingkungan tempat mereka berada. Semangat di awal ketika kembali menemukan telaga yang penuh kenikmatan akan segera menjelma menjadi samudera yang harus dilalui dengan bahtera. Bahtera yang mesti dipertahankan agar tak kandas di tepi, melainkan dakwah jangan terhenti.

Last Updated ( Sunday, 01 June 2008 )
Read more...
 
Mengapa Harus Generasi Terbaik? PDF Print E-mail
User Rating: / 2
Written by Andita SB   
Monday, 14 April 2008
 
Ketika anda tanyakan kepada Ahmadiyyah yang jelas-jelas sesat apa dasar beragama mereka? Dengan kompak akan kita temui jawaban al-Qur’an dan as-Sunnah. Lantas di mana letak permasalahannya, bukankah al-Qur’an dan as-Sunnah yang menjadi pegangan? Maka, inilah masalahnya.
 
Syaikh Abdul Malik al-Jazairi dalam Sittu Durar min Ushul Ahlil Atsar mengatakan, “…tatkala pemahaman manusia berbeda satu dengan yang lain atau tidak seragam dalam terhadap al-Qur’an dan as-Sunnah, ada yang benar dan ada pula yang cacat dan salah, maka dibutuhkan suatu jalan keluar demi mengantisipasi bahkan menghilangkan perbedaan pandangan atau perselisihan.”

Last Updated ( Wednesday, 23 April 2008 )
Read more...