|
Air Zam – Zam yang Kunjung Datang |
|
|
|
|
Written by Didit Fitriawan
|
|
Sunday, 01 November 2009 |
|
Bulan Dzulhijjah akan segera tiba. Semua dari kita mungkin telah banyak tahu, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam telah bersabda (yang artinya): “Dua bulan untuk berhari raya tidak berkurang keduanya, Ramadhan dan Dzulhijjah.” (HR Muslim, no. 1089). Kerapkali kita saksikan bahwa di bulan inilah masyarakat islam di seluruh penjuru dunia akan melakukan ibadah haji guna menyempurnakan rukun islam (bagi yang mampu). Karena telah datang dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,“Agama Islam dibangun di atas lima perkara; bersyahadat bahwasanya tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, shaum di bulan Ramadhan, dan berhaji ke Baitullah.” (HR. Al-Bukhari no. 8 dan Muslim no.16) Tak terkecuali bagi kaum muslimin yang di Indonesia, bahkan mungkin salah satu di antaranya adalah ayah bunda kita.
|
|
Last Updated ( Monday, 02 November 2009 )
|
|
Read more...
|
|
|
Sakit? Jangan Ke Poliklenik! |
|
|
|
|
Written by Rizki Aji
|
|
Friday, 29 August 2008 |
Siapapun pasti pernah merasakan sakit dalam hidupnya, jangankan yang hanya manusia biasa, seorang Nabi saja bisa merasakan sakit. Jadi musykil bila ada orang mengaku sakti tapi pernah sakit. Sebab permainan kata antara sakti dan sakit sangat erat di negari tercinta ini.
Sakit adalah ujian dari Allah Ta’ala kepada setiap orang, tidaklah ia miskin atau kaya, pria atau wanita, muda atau tua, pegawai ataukah pengangguran, amatiran ataukah profesional, dan berbagai macam perbandingan lainnya pasti merasakan sakit. Bohong pokoknya kalo ada orang ngaku gak pernah sakit. Sakit itu terbagi sama sebagaimana sehat, ada yang disebut sakit jasmani, rohani, bahkan perpaduan diantara keduanya.
|
|
Last Updated ( Saturday, 08 November 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
Mendongkrak Popularitas, Amal pun Layu |
|
|
|
|
Written by Andita SB
|
|
Tuesday, 22 April 2008 |
|
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir baik harta mereka maupun anak-anak mereka, sekali-kali tidak dapat menolak adzab Allah dari mereka sedikitpun. Dan mereka adalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. Perumpamaan harta yang mereka nafkahkan di dalam kehidupan dunia ini adalah seperti perumpamaan angin yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa tanaman kaum yang menganiaya diri sendiri, lalu angin itu merusaknya. Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” (QS. ali-Imran : 116 – 117)
|
|
Last Updated ( Wednesday, 23 April 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
Dajjal, Sekadar Simbol atau Fakta |
|
|
|
|
Written by Andita SB
|
|
Wednesday, 26 March 2008 |
|
Seorang khatib Jum’at di sebuah masjid dengan lantang mengatakan, sebuah negara di benua Amerika sebagai dajjal. Dajjal itu symbol kezhaliman katanya berapi-api “membakar” jama’ah. Mayoritas jama’ah pun mengangguk sebagai tanda persetujuan atas pernyataan khatib yang sangat agitatif itu. Sedikit sekali, bahkan hanya dalam hitungan jari, jama’ah yang menggelengkan kepala.
Pendapat senada tentang simbolisasi Dajjal dengan kezhaliman, kerusakan dan sebagainya memang sangat santer terdengar di belahan bumi nusantara. Seorang profesor dari sebuah perguruan tinggi pun dengan lantang mengamini pendapat tersebut.
|
|
Last Updated ( Thursday, 12 June 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|