|
Written by Andita SB
|
|
Saturday, 05 April 2008 |
|
“Orang-orang yang terdahulu lagi pertama-tama (masuk Islam) dari orang-orang Muhajirin dan Anshar, serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah subhanahu wa ta’ala ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah subhanahu wa ta’ala, dan Allah subhanahu wa ta’ala menyediakan bagi mereka Surga-Surga yang mengalir sungai-sungai didalamnya, mereka kekal didalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS. at-Taubah :100) Kita sering mendengar istilah ‘shahabat’ disebutkan dalam al-Qur’an maupun hadits. Hanya saja banyak yang belum tahu siapa saja yang didefinisikan sebagai shahabat. Hingga tak jarang terjadi kesalahpahaman bahkan berburuk sangka terhadap para shahabat yang mulia.
|
|
Last Updated ( Wednesday, 23 April 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
Written by Andita SB
|
|
Wednesday, 02 April 2008 |
|
Ada tiga macam rumah, rumah raja, rumah seorang hamba, dan rumah kosong yang tidak ada isinya. Rumah raja didalamnya terdapat simpanan harta, perbendaharaan dan kekayaan. Sementara rumah seorang hamba, didalamnya ada simpanan, perbendaharaan dan kekayaan namun tak sebanyak kekayaan seorang raja. Terakhir rumah kosong yang tidak ada isinya sama sekali. Kemudian datanglah seorang pencuri hendak mencuri di salah satu di antara tiga rumah tersebut, maka rumah mana yang akan dimasukinya Apabila anda menjawab, ia akan masuk rumah kosong, jelas mustahil karena rumah kosong tak ada barang yang bisa dicurinya. Karena itulah ketika dikatakan kepada Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, bahwa ada orang Yahudi mengklaim bahwa dia tidak pernah terganggu ketika shalat, maka Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata, “Apakah yang hendak dilakukan pencuri di rumah yang telah rusak?”
|
|
Last Updated ( Wednesday, 23 April 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
Written by Andita SB
|
|
Wednesday, 02 April 2008 |
|
datang seruan dakwah yang penuh berkah, ia sambut dengan berani dengan mengumumkan keislamannya. Sehingga ia termasuk orang ketujuh yang masuk Islam. Tatkala Bani Makhzum mengetahui keislamannya, beliau bersama suaminya, Yasir radhiyallahu 'anhu, mendapat berbagai macam siksaan dengan cara mengeluarkan ia dan suaminya ke padang pasir saat panas menyengat. Mereka, Bani Makhzum, membuang Sumayyah binti Khayyat radhiyallahu 'anha ke sebuah tempat dan menaburinya dengan pasir yang sangat panas, kemudian meletakkan di atas dadanya sebongkah batu yang berat. Akan tetapi tiada terdengar rintihan ataupun ratapan melainkan ucapan ahad…ahad…, beliau ulang-ulang kata tersebut sebagaimana yang dilakukan oleh Yasir, Ammar dan Bilal radhiyallahu 'anhuma. Suatu ketika Rasulullah radhiyallahu 'anhu menyaksikan keluarga muslim tersebut sedang mendapat siksaan yang sangat kejam, beliau menengadahkan tangan ke langit dan berseru, “bersabarlah wahai keluarga Yasir karena sesungguhnya tempat kembali kalian adalah Surga.” (al-Mustadrak oleh al-Hakim, bab Mengenal Shahabat III/383)
|
|
Last Updated ( Wednesday, 23 April 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 11 12 13 14 15 Next > End >>
|
| Results 89 - 96 of 117 |