|
Written by Andita SB
|
|
Wednesday, 23 April 2008 |
|
Kucintai engkau dengan tanpa keraguan di dalamnya Padahal kebanyakan cinta hanyalah fatamorgana Ingin kukatakan padamu dengan jelas dan tulus Cintaku padamu terukir nyata dan halus
Jika dalam jiwaku tertanam kebencian Kan kucabik seluruh tabir penutupnya dan kubuang Sungguh! Tak ada yang kuingin darimu selain cinta Sungguh! Tak ada yang kuucapkan padamu kecuali cinta
Saat kutenggelam dalam semudera cinta Hamparan bumi seolah kering binasa Manusia seumpama buih-buih di lautan Penghuni mayapada seumpama debu beterbangan
|
|
Last Updated ( Wednesday, 23 April 2008 )
|
|
|
Written by Andita SB
|
|
Wednesday, 23 April 2008 |
|

akulah si telaga: berlayarlah di atasnya; berlayarlah menyibakkan riak-riak kecil yang menggerakkan bunga-bunga padma; berlayarlah sambil memandang harumnya cahaya; sesampai di seberang sana, tinggalkan begitu saja -- perahumu biar aku yang menjaganya karya : Sapardi Djoko Damono Perahu Kertas, Kumpulan Sajak, 1982
|
|
Last Updated ( Wednesday, 23 April 2008 )
|
|
|
Mendongkrak Popularitas, Amal pun Layu |
|
Written by Andita SB
|
|
Tuesday, 22 April 2008 |
|
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir baik harta mereka maupun anak-anak mereka, sekali-kali tidak dapat menolak adzab Allah dari mereka sedikitpun. Dan mereka adalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. Perumpamaan harta yang mereka nafkahkan di dalam kehidupan dunia ini adalah seperti perumpamaan angin yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa tanaman kaum yang menganiaya diri sendiri, lalu angin itu merusaknya. Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” (QS. ali-Imran : 116 – 117)
|
|
Last Updated ( Wednesday, 23 April 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
| Results 73 - 80 of 117 |