|
Empedu Dunia, Madunya Akhirat |
|
Written by Andita SB
|
|
Wednesday, 26 March 2008 |
|
Hiburan bagi orang yang tertimpa musibah adalah ia melihat dengan menggunakan mata hatinya. Menyadari bahwa empedu di dunia pada dasarnya adalah madu di akhirat nanti. Beralih dari empedu dunia yang terbatas, menuju madu akhirat yang tak pernah habis, itu lebih baik dari kebalikannya.
“Surga itu dikelilingi oleh perbuatan yang dibenci manusia, sementara Neraka itu dikelilingi oleh perbuatan yang disukai hawa nafsu.” (HR. Muslim, at-Tirmidzi, dan Ahmad)
|
|
Last Updated ( Thursday, 12 June 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
Written by Bambang P.
|
|
Wednesday, 26 March 2008 |
|
Cumi Bumbu Kuning
Bahan: 600 gr cumi 1 sdm air jeruk nipis 1/2 sdt ladabubuk 1/2 sdt garam 2 bh cabai merah, buang bijinya, iris halus 10 lbr daun kemangi, iris kasar 250 ml kaldu ayam 3 sdm minyak sayur 1 sdt asam 1 lbr daun salam 1 btg serai, ambil bagian putihnya, iris halus
|
|
Last Updated ( Wednesday, 23 April 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
Written by Andita SB
|
|
Wednesday, 26 March 2008 |
|
Tabu bila seorang wali mencari jodoh untuk putrinya. Dituding kembali ke eranya Siti Nurbaya lagi. Jadi?
Yang banyak terjadi sekarang adalah seorang remaja putri atau putra mencari jodoh sendiri. Seolah lakon dijodohkan seperti dalam kisah Siti Nurbaya itu sesuatu yang tak musim lagi di kalangan anak muda modern. Kuno, begitu seloroh mereka dengan serius.
Pernah sebuah koran terbitan Jakarta memberitakan tentang sepasang muda-mudi yang masih berumur belasan tahun melakukan hubungan layaknya suami istri dengan ditonton oleh teman-temannya, lengkap dengan pasangannya masing-masing. Apa yang terjadi? Teman-temannya pun mengajak pasangannya masing-masing untuk melakukan hubungan serupa. Mereka memang berpacaran, malah banyak di antara mereka berpacaran masih dalam hitungan jari lamanya. Na’udzubillahi min dzalik…
|
|
Last Updated ( Thursday, 12 June 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 11 12 13 14 15 Next > End >>
|
| Results 105 - 112 of 117 |