|
Written by Andita SB
|
|
Sunday, 30 March 2008 |
|
Sebuah pelajaran penting yang dapat kita petik dari interaksi adalah bentuk usaha untuk membahagiakan diri sendiri dan orang lain dengan memberikan penghormatan yang pantas untuk dihormati. Misalnya, memanggil dengan sapaan yang disenangi, bisa dengan nama sebenarnya atau bisa pula dengan nama panggilan atau kun-yah. Seorang istri yang telah berusaha mengatur rumah tangga, merapikan posisi perabot, dan memberikan wangi-wangian untuk menyegarkan ruangan, tentu akan tidak habis piker ketika suaminya masuk dan tidak acuh terhadap usaha istrinya. Tak ada ekspresi apa-apa, dingin. Sikap suami seperti ini akan memupuskan semangat dan perhatian.
|
|
Last Updated ( Wednesday, 23 April 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
Written by Andita SB
|
|
Sunday, 30 March 2008 |
|
Ini bukan nama produk rokok karena sudah jelas hukumnya haram. Tapi akronim dari “djarang di rumah suka pergi” alias BP-7, berangkat pagi, pulang petang, pendapatan pun pas-pasan, atau berangkat petang, pulang pagi, pikiran penuh plin-plan. Bila ada di rumah pun suami tidur, bangun tidur pergi lagi dan seterusnya. Waktu untuk bermain, bersenda gurau, atau rileks bersama anak dan istri praktis jauh dari kenyataan, mungkin hanya impian bagi anak dan istri untuk sekadar berbagi cerita bersama. Suami ‘gila kerja’ bisa jadi, masih mending daripada suami ‘tumor’ alias tukang molor. Praktis pekerjaan pokok mendidik anak yang seharusnya juga menjadi tanggung jawab seorang suami beralih kepada sang istri. Peran istri pun bertambah, tak hanya melulu urusan dapur, termasuk dalam hal mendidik anak. Beban berat pun bertambah, manakala muncul masalah, sementara hanya suami yang mampu menyelesaikan problem dan bingung apa yang musti diperbuat.
|
|
Last Updated ( Wednesday, 23 April 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
Hukum Perayaan Isra' dan Mi'raj |
|
Written by Andita SB
|
|
Sunday, 30 March 2008 |
|
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tetap terlimpahkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan para sahabatnya. Amma ba’du... Tidak diragukan lagi, bahwa Isra’ dan Mi’raj merupakan tanda kekuasaan Allah yang menunjukkan atas kebenaran kerasulan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan keagungan kedudukannya di sisi Rabb-nya, selain juga membuktikan atas kebesaran Allah dan kebesaran kekuasaan-Nya atas semua makhluk. Firman Allah subhanahu wa ta’ala, "Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah kami berkahi sekelilingnya, agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda tanda (kebesaran) kami, sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS. al-Isra’ : 1).
|
|
Last Updated ( Wednesday, 23 April 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
| Results 69 - 76 of 86 |